Kapal Israel Cs Dipastikan Tenggelam setelah Ditembak Houthi di Laut Merah
Kapal Tutor yang menuju pelabuhan Israel telah dipastikan tenggelam setelah ditembak Houthi pada 12 Juni 2024 lalu.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Sri Juliati
Sejak 19 November 2023, Houthi bergabung dengan perlawanan terhadap Israel untuk mendukung rakyat Palestina yang menghadapi agresi Israel di Jalur Gaza.
Houthi yang berbasis di Yaman utara meluncurkan rudal dan drone ke kapal-kapal terkait Israel yang melintasi Laut Merah.
Sekutu Israel, Amerika Serikat (AS), kemudian membentuk koalisi Laut Merah bersama Inggris dan sejumlah negara untuk melawan Houthi.
Sementara Houthi berjanji hanya akan berhenti jika Israel menghentikan agresinya dan menarik pasukannya dari di Jalur Gaza.
Jumlah Korban
Saat Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 37.372 jiwa dan 85.452 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Selasa (18/6/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, seperti dilaporkan Anadolu.
Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023).
Israel memperkirakan kurang lebih ada 120 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
Sementara itu, lebih dari 8.000 warga Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel, menurut laporan The Guardian pada Desember 2023 lalu.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel