Zelensky Minta Eropa Tak Lunak kepada Rusia setelah AS Kubur Harapan soal Tomahawk
Perang Rusia-Ukraina hari 1.335, Presiden Ukraina Zelensky minta sekutu Eropa bereaksi setelah ia gagal mendapat rudal Tomahawk dari AS.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ketegangan itu akhirnya berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina.
Ia beralasan invasi itu untuk memberantas kelompok neo-Nazi di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, serta mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, yang dianggap mengancam keamanan Rusia.
Sementara itu, Ukraina mendapat dukungan senjata dan bantuan militer dari Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO di Eropa.
Dalam perkembangan di medan perang dan sisi politik, di bawah ini sejumlah kabar terbaru mengenai perang Rusia-Ukraina:
-
Rusia Meningkatkan Propaganda
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan Rusia terus mengintensifkan perang informasinya melawan Ukraina.
Meskipun anggaran militer dalam anggaran 2026 dikurangi, pendanaan untuk propaganda negara akan meningkat sebesar 54 persen, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Hal ini jelas menunjukkan prioritas negara agresor: mereka tidak bisa menang di medan perang, sehingga mereka mengandalkan disinformasi,” tegas Sibiga dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri di Telegram.
Ia menekankan di dunia modern, kata-kata juga merupakan senjata, terutama di bidang diplomasi, lapor Suspilne.
-
Polandia: Dunia Tak Boleh Tekan Ukraina untuk Serahkan Wilayah
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa dunia tidak boleh memberikan tekanan pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai konsesi teritorial kepada Rusia.
"Tak seorang pun dari kita seharusnya menekan Zelensky dalam hal konsesi teritorial. Kita semua seharusnya menekan Rusia untuk menghentikan agresinya. Kebijakan peredaan tidak pernah menjadi jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi," tulis Tusk di jejaring sosial X, Minggu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Ukraina mungkin akan memberikan konsesi kepada Rusia untuk mengakhiri perang.
Ketika ditanya apakah mungkin mengakhiri perang Rusia dan Ukraina tanpa mengambil "properti" penting dari Ukraina, Trump menjawab Ukraina pasti akan memberikan beberapa konsesi.
"Yah, (Presiden Rusia Vladimir Putin) akan mengambil sesuatu. Maksud saya, mereka bertarung, dan dia punya banyak properti. Maksud saya, dia telah memenangkan sejumlah properti," kata Trump kepada Fox News.
Sementara itu, Ukraina menolak usulan apa pun untuk menyerahkan wilayahnya kepada Rusia demi mengakhiri perang.
Trump menegaskan AS telah memberikan banyak senjata kepada Ukraina dan tidak melakukan lebih banyak karena AS juga membutuhkan senjata untuk pertahanannya.
-
Zelensky Siap Berunding dengan Rusia