Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jangan Anggap Sepele Nyeri Dada

Bila nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, dan tembus ke belakang, serta diiringi sesak napas dan keringat dingin segera ke dokter

Jangan Anggap Sepele Nyeri Dada
https://pixabay.com/
Ilustrasi serangan jantung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Adanya rasa nyeri pada dada manusia tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi merupakan gejala dari serangan jantung.

Nyeri dada adalah kondisi ketika dada terasa seperti tertusuk, perih, atau tertekan yang bisa terjadi di dada sebelah kanan, sebelah kiri, atau dada tengah.

Nyeri dada tidak boleh diabaikan, karena bisa jadi merupakan gejala dari serangan jantung.

Nyeri dada dapat berlangsung sangat singkat atau terjadi selama berhari-hari, tergantung pada penyebabnya.

Untuk mendapat penanganan yang tepat, segera periksakan diri ke dokter, terutama bila nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, dan tembus ke belakang, serta diiringi sesak napas dan keringat dingin.

Hal tersebut terungkap dari diskusi kesehatan melalui Webinar Kesehatan yang diselenggarakan Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Sabtu (19/09/2020) dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Sumatera, termasuk para dokter spesialis dari Siloam Hospitals Jambi dan Siloam Hospitals Palembang.

Baca: Jenguk Warga Dikira Sakit Jantung, 13 Orang Tertular Covid, 2 Desa di Ponorogo Langsung Lockdown

Dokter spesialis, dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA., dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan mengatakan, akan penyebab nyeri dada sangat bervariasi. Namun, kondisi tersebut dinilai berbahaya bila disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Rasa nyeri pada wilayah organ dada manusia merupakan tanda akan timbulnya serangan jantung akibat berbagai faktor internal pada jantung, misalnya adanya sumbatan pada aliran darah dan pembuluh darah hingga melemahnya kerja jantung dan peradangan", tutur dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA., dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan.

Selain penyakit jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, di antaranya penyakit paru-paru, seperti penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (emboli paru), radang pada selaput yang membungkus paru-paru (pleuritis), tekanan yang tinggi pada pembuluh darah di paru-paru (hipertensi pulmonal), abses paru, dan atelektasis atau paru-paru yang kempis (kolaps).

Tri Adi Mylano pun mengatakan pada penderita jantung dengan gejala awal nyeri dada, semakin meningkat bahkan dalam kurun beberapa tahun terakhir, penderitanya diketahui dari pasien yang berusia muda.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas