Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cara Mengoptimalkan Tumbuh dan Kembang Bayi Prematur yang Wajib Orang Tua Ketahui

 Indonesia menduduki posisi ke-5 tertinggi untuk persalinan bayi prematur. Berikut cara mengoptimalkan tumbuh kembang bayi prematur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cara Mengoptimalkan Tumbuh dan Kembang Bayi Prematur yang Wajib Orang Tua Ketahui
Tribunnews.com/Rina Ayu
Talkshow peringatan World Premature Day (Hari Prematuritas Sedunia) di RSIA Bunda Jakarta, Rabu (20/11/2024). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia menduduki posisi ke-5 tertinggi untuk persalinan bayi prematur dengan mencapai 657.700 kasus per tahun dari sekitar 4,5 juta kelahiran bayi tiap tahun.  

Bayi prematur penting ditangani dengan tepat dan dilakukan pemantauan tumbuh kembang ke depan. 

Berikut cara mengoptimalkan tumbuh kembang bayi prematur

1. Pantau Tumbuh dan Kembang

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) menuturkan, pemantauan tumbuh kembang ini sangat penting diperhatikan sampai usia minimal satu tahun dengan pemerhatikan usia koreksi dan usia kronologis. 

Usia kronologis adalah usia yang dihitung sesuai dengan tanggal lahir bayi. 

Rekomendasi Untuk Anda

 Sedangkan usia koreksi adalah usia kronologis bayi dikurangi jumlah jeda minggu atau bulan dilahirkan. 

Saat bayi prematur mengalami sedikit keterlambatan tumbuh dan kembang hal itu tentu membuat orang tua khawatir. Namun tetaplah tenang  karena hal itu wajar. 

Misalnya, bayi lahir satu bulan lebih awal, dan usia saat ini adalah 7 bulan.  

Maka, usia koreksinya adalah 6 bulan.  

Baca juga: Penjelasan Dokter Anak soal Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi Prematur

“Jadi kami memantau pertumbuhan dan perkembangannya sesuai usia koreksi. Kami pantau benar-benar perkembangan dan pertumbuhan sampai usia 1 tahun,” kata dia dalam talkshow peringatan World Premature Day (Hari Prematuritas Sedunia) di RSIA Bunda Jakarta, Rabu (20/11/2024). 

Untuk pertumbuhan berat badan itu dipantau sampai usia 2 tahun. Tinggi badan sampai usia 3,5 tahun serta lingkar kepala usia 1,5 tahun. 

“Khusus  berat badan anak berapa pun kekurangan usia dia saat ini pada saat 2 tahun itu harus sama dengan anak 2 tahun yang lahir cukup bulan. Jadi ini yang dikejar,” sebut dia. 

2. Berikan Nutrisi Terbaik

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas