Tribun

Pilpres 2024

Pengamat Sebut Popularitas Airlangga Terdongkrak Karena Sukses Tangani Covid-19

Pengamat Trubus Rahadiansyah sebut popularitas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terdongkrak berkat kesuksesan Indonesia dalam menangani Pandemi.

Penulis: chaerul umam
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Pengamat Sebut Popularitas Airlangga Terdongkrak Karena Sukses Tangani Covid-19
istimewa
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan berikan bantuan sosial atas kenaikan harga BBM. Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan popularitas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terdongkrak berkat kesuksesan Indonesia dalam menangani Pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, kesuksesan Indonesia dalam menangani Pandemi Covid tidak lepas dari kerja keras para menteri salah satunya yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua KPC-PEN dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan punya peran sentral dalam penangan pandemi covid-19.

”Kedua menteri cukup mampu menerjemahkan kehendak dan kemauan presiden, dalam hal ini, kemudian diikuti mendagri keluarlah instruksi Mendagri dalam berbagai aspeknya,” kata Trubus, kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Sebelumnya dalam survei yang dilakukan Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) disebutkan, bahwa Menko Airlangga dikenal oleh 58,9 persen sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi sebagai Ketua KPC-PEN untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dampak Covid 19 dan penanggulangan Covid 19 juga dikenal sebagai Ketua Umum Golkar.

Baca juga: Menko Airlangga: Rekayasa Genetika Bisa Tingkatkan Produktivitas Pangan Nasional

"Tokoh mana yang kebijakan dan programnya paling dirasakan memberikan dampak pada masyarakat dalam 2 tahun terakhir kepada 1988 responden dan hasilnya Airlangga Hartarto dinilai sebagai tokoh bakal capres yang kebijakannya dan programnya banyak membantu masyarakat di saat masyarakat kesulitan ekonomi keluarganya akibat dampak Covid," kata Direktur Eksekutif LPPM Alamsyah Wijaya.

Menurut Trubus, sejumlah kebijakan dan terobosan memang dilakukan pemerintah sejak awal Pandemi Covid. Menko Airlangga melalui KPC-PEN menyalurkan sejumlah bantuan sosial, begitu juga dengan kementerian/lembaga lain.

“Bantuan ini telah menyelamatkan masyarakat kita dari berbagai kondisi saat covid karena adanya pembatasan-pembatasan, sehingga pada akhirnya tercukupi,” ujar Trubus.

Lebih lanjut, Trubus mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat dan daerah, juga masyarakat dalam penanganan pandemi Covid.

"Kita lihat koordinasi kolaborasi antar kementerian lembaga yang sebenarnya ego sektoral kuat, namun dalam mengatasi covid cukup baik. Hubungan pusat dan daerah, hubungannya baik, dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dan masyarakat terjalin sinergis, jadi penanganan covid berjalan patut kita banggakan juga,“ ucap Trubus.

Dengan kolaborasi dan sinergi ini, dalam dua tahun, perekonomian nasional pulih lebih cepat, sampai saat ini diperkirakan akan tumbuh 5,44 persen yoy di 2022.

Baca juga: Politikus Golkar Sebut Khofifah Punya Peluang Dampingi Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2024

Selain itu, LPMM juga melakukan survei untuk mengukur dinamika pendapat dan pilihan masyarakat terhadap parpol dan tokoh bakal capres pada pemilu 2024.

Hasilnya, jika pilpres digelar hari ini dengan tokoh mana yang akan dipilih dengan pertanyaan tertutup, maka nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2%, Prabowo Subianto 21,0%, Andika Perkasa 12,7%, Ganjar Pranowo 7,1%, Anies Baswedan 5,2%, Puan Maharani 4,1%, Muhaimin Iskandar 1,6%, dan yang tidak memilih sebanyak 19,1 persen responden.

Dari hasil simulasi nama tokoh jika dipasangkan sebagai capres dan cawapres, didapati dari hasil survei Pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 45,6%.

Sedangkan preferensi publik dalam memilih partai politik menunjukkan elektabilitas Golkar 15,8%, Gerindra 14,6%, PDI-P 14,7%, Demokrat 5,4%, PKB 5,2%, PKS 5,1%, Nasdem 4,4%, Perindo 4,2%, PAN 4,1%, dan PPP 4,1%.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas