Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Pemilu, Wapres Ingatkan Diaspora Indonesia Waspada Terhadap Hoaks

Menjelang Pemilu, Ma'ruf meminta masyarakat waspada kepada penyebaran hoaks.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jelang Pemilu, Wapres Ingatkan Diaspora Indonesia Waspada Terhadap Hoaks
dok.
Wakil Presiden Maruf Amin. Ia mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Sarawak, Malaysia dan sekitarnya untuk dapat waspada terhadap informasi yang tidak benar. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Sarawak, Malaysia dan sekitarnya untuk dapat waspada terhadap informasi yang tidak benar.

Menjelang Pemilu, Ma'ruf meminta masyarakat waspada kepada penyebaran hoaks.

“Soal pemilu ini yang sebentar lagi, hari-hari ini sudah mulai kampanye. Pesan saya, hati-hati terhadap informasi-informasi yang menyesatkan, banyak hoaks dan informasi-informasi yang tidak benar,” ujar Ma'ruf.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ma'ruf saat melakukan dialog dengan masyarakat Indonesia di Sarawak, Malaysia.

Dirinya menekankan agar masyarakat tidak menelan mentah informasi yang berpotensi diterima, baik dari media sosial maupun pesan berantai yang diterima di gawai pribadi.

"Jangan mudah menerima semua berita," kata Ma'ruf.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ma'ruf, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah penyelenggaraan pemilihan umum.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat menerima keberagaman dalam menentukan pilihan.

“Dan namanya pemilihan, pemilu itu harus ada perbedaan. Perbedaan itu niscaya, jadi kalau berbeda pilihan itu tidak masalah. Karena memang pemilu itu untuk memilih yang disukai,” jelas Ma'ruf.

Dirinya menekankan prinsip agar masyarakat dapat menyaring informasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan.

Selain itu, harus menerapkan konsep tabayyun atau melakukan pengecekan informasi agar informasi yang disampaikan teruji validitasnya.

“Bangsa kita mudah terbelah kalau terprovokasi. Kita harus saring sebelum sharing," ungkap Ma'ruf.

“Kalau di agama itu diajarkan supaya tabayyun, cek, teliti dulu layak atau tidak. Sebab kalau tidak, tahu-tahu sharing padahal bohong, nanti akan menyesal karena menuduh pihak lain dengan tidak benar. Itu perintah Al-Qur’an seperti itu,” tambah Ma'ruf.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, Konsul Jenderal RI di Kuching Raden Sigit Witjaksono, jajaran perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan, serta masyarakat Indonesia di wilayah KJRI Kuching Sarawak, Malaysia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas