Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda Hasil Survei LSI-Poltracking, Ridwan Kamil: Survei Bukan Penentu Takdir

Respons Ridwan Kamil soal perbedaan hasil jajak pendapat yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltracking Indonesia pada Pilgub Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Beda Hasil Survei LSI-Poltracking, Ridwan Kamil: Survei Bukan Penentu Takdir
/warta Kota/Yulianto
Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil (kanan) naik bajaj usai blusukan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (24/10/2024). Dalam kunjungan tersebut Ridwan Kamil berdialog sekaligus menjaring keluhan pedagang terkait harga pangan. Respons Ridwan Kamil soal perbedaan hasil jajak pendapat yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltracking Indonesia pada Pilgub Jakarta. 

"Sedangkan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto mengalami kecenderungan turun sebesar 1,2 persen," imbuhnya.

Adapun survei Poltracking ini dilakukan pada 10-16 Oktober 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Sampel pada survei ini adalah 2000 responden dengan margin of error sekitar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei menjangku enam kabupaten/kota di Jakarta secara proporsional berdasarkan data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 2024.

Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Lalu pengumpulan data dilakukan pewawancara terlatih lewat wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang sudah terpilih secara acak.

Sementara itu, hasil survei LSI yang dilakukan pada 10-17 Oktober 2024 menunjukkan elektabilitas Pramono-Rano meningkat.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasangan yang didukung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura ini mencatatkan elektabilitas di angka 41,6 persen.

Pramono-Rano menyalip elektabilitas RK-Suswono yang turun ke angka 37,4 persen.

Lalu Dharma Pongrekun-Kun Wardana mencatatkan elektabilitas sebesar 6,6 persen.

"Sedangkan sisanya yakni 14,4 persen adalah massa mengambang yang belum menentukan pilihannya," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei terbarunya, Rabu.

Menurutnya, peluang Pilgub Jakarta berlangsung dua putaran masih sangat mungkin terjadi.

“Dari temuan hasil survei ini menunjukkan putaran kedua sangat mungkin terjadi."

"Hal ini bila melihat ada 14,4 persen responden yang belum menentukan pilihan. Jadi belum ada yang dapat 50 persen + 1,” tuturnya.

Kendati demikian, peluang Pilgub Jakarta berlangsung satu putaran terbuka jika Pramono-Rano bisa terus meningkatkan elektabilitasnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas