Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tak Lekang Dimakan Waktu, Pelaku UMKM Jamu Beberkan Ramuan Agar Tetap Eksis

Karena memiliki segudang manfaat, tidak sedikit orang yang mulai membuka bisnis jamu.

Tak Lekang Dimakan Waktu, Pelaku UMKM Jamu Beberkan Ramuan Agar Tetap Eksis
shutterstock
Ilustrasi jamu. 

TRIBUNNEWS.COM - Meskipun zaman semakin modern, eksistensi jamu tidak lekang dimakan waktu. Bahkan di masa pandemi, obat tradisional khas Indonesia ini kembali menjadi populer.

Layaknya nenek moyang kita dulu, masih banyak orang yang percaya kandungan rempah-rempah dari jamu secara alami dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Karena memiliki segudang manfaat, tidak sedikit orang yang mulai membuka bisnis jamu.

Seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jamu, Diana (41) mengatakan, ia mulai membuka Vio Link sejak 2016 lalu dengan membuat jahe instan sebagai minuman herbal yang bisa menghangatkan tubuh.

Wanita yang berdomisili di Malang Jawa Timur ini menceritakan, awalnya ramuan jahe tersebut hanya dikonsumsi oleh kerabat dan keluarga dekatnya saja. Seiring berjalannya waktu, banyak tetangga dan masyarakat sekitar mulai tertarik dengan usahanya tersebut.

Meskipun telah diminati oleh banyak orang, ia sadar inovasi sangat diperlukan para pelaku UMKM. Dari situ, ia mencoba membuat berbagai varian rasa jamu yang berbahan dasar jahe merah, seperti Jahe Emprit, Temulawak, Manisan Jahe, Manisan Kencur, Black Garlic dan produk tambahan di luar jahe yaitu Bawang Hitam.

“Awalnya masih sangat terbatas. Seiring dengan banyaknya permintaan, saya sadar untuk membuka usaha jamu tentu butuh variasi produk yang lebih banyak lagi,” kata Diana.

Diana dengan tegas mengatakan, selain terus berinovasi, para pelaku UMKM juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memperluas pasar.

“Sejak 2018, saya mulai memasarkan produk jamu Vio Link melalui e-Commerce dan penjualan saya naik pesat setiap hari permintaan jamu selalu ada,” tambahnya.

Dengan menjalankan berbagai strategi marketing dan memanfaatkan perkembangan teknologi, ia mengakui bisnisnya telah masuk ke wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas