Polisi Klaim sudah Ada Gambaran Calon Tersangka Dugaan Korupsi UPS
Polisi sudah menyelidiki kasus tersebut sejak 28 Januari 2015.
Editor: Fajar Anjungroso
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasana Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat, Alex Usman, ternyata bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) di kasus korupsi uninterruptible power supply (UPS) yang tengah diributkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Kini kasus itu sedang dalam penyelidikan Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Polisi sudah menyelidiki kasus tersebut sejak 28 Januari 2015.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, AU (Alex Usman,red) diperiksa terkait kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS.
Namun, ketika ditanya apakah Alex Usman menjadi calon tersangka, Martinus tidak dapat memastikan hal itu. "Belum tahu juga. Belum tentu," ucap Martinus. Martinus mengatakan, belum tentu seorang PPK menjadi tersangka. Apalagi masih dalam proses penyelidikan. Makanya, sampai saat ini status Alex Usman masih sebagai saksi.
Sementara itu, sebelumnya, Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Kriminal Khusus, Ajun Komisaris Besar Ajie Indra, mengungkapkan, dirinya sudah punya gambaran siapa calon tersangka dalam kasus itu.
Bahkan, kata Ajie, begitu Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta menyatakan ada kerugian negara dalam kasus UPS, maka Ajie akan mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Dengan begitu, maka Ajie bisa mulai menentukan tersangka berdasarkan bukti yang ada.
"Semua dokumen sudah lengkap. Tinggal tunggu rekomendasi soal kerugiian negara dari BPKP saja," kata Ajie, Rabu (4/3/2015).
Sebelumnya, dalam beberapa kasus korupsi, pejabat pembuat komitmen (PPK) memang sering dijadikan tersangka. Salah satunya di kasus korupsi pengadaan program acara siap siar TVRI yang juga menjerat artis betawi Mandra 'Si Doel' sebagai tersangka. Selain itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) di TVRI juga sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Agung.