Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

llham Sani: Soal Kasus Ratna, Polri Harus Segera Tetapkan Tersangka Baru

"Kasus ini telah membuat mutu demokrasi kita menurun," kata Ilham Sani kepada pers, Senin (22/10/2018).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in llham Sani: Soal Kasus Ratna, Polri Harus Segera Tetapkan Tersangka Baru
WARTA KOTA/henry lopulalan
PEMERIKSAAN KEJIWAAN--Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018).--Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Ilham Sani, menegaskan kasus berita bohong Ratna Sarumpaet (RS) merupakan peristiwa besar yang harus diselesaikan secara hukum dengan keputusan yang tegas.

"Kasus ini telah membuat mutu demokrasi kita menurun," kata Ilham Sani kepada pers, Senin (22/10/2018).

Menurut dia, dunia internasional melihat Indonesia dan menertawakan apa yang sudah terjadi.

"Maka, Polri harus menangani kasus ini sampai tuntas untuk memulihkan citra hukum kita di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Baca: Hanum Rais Diduga Melanggar Kode Etik Kedokteran

Sejauh ini baru Ratna yang menjadi tersangka.

"Kami harap segera para penyebar hoaks juga ditetapkan sebagai tersangka, seperti Hanum Rais yang begitu gencar dengan propaganda di medsos bahwa RS adalah korban penganiayaan," kata dia.

Bahkan, kata Ilham, dalam kapasitasnya sebagai dokter ternyata Hanum Rais menyatakan RS betul dianiaya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini jelas menghina profesi kedokteran. Kalau Hanum Rais tidak ditersangkakan segera, publik akan kecewa dan institusi Polri mengalami public distrust atau ketidakpercayaan publik," ujar Ilham.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas