Tribun

Diduga dari Limbah Farmasi, Wagub DKI Bicara Soal Kandungan Paracetamol di Perairan Angke dan Ancol

Temuan konsentrasi tinggi paracetamol di Teluk Jakarta dikaitkan dengan limbah farmasi, Wagub DKI tegaskan sudah lakukan upaya antisipasi.

Editor: Theresia Felisiani
Diduga dari Limbah Farmasi, Wagub DKI Bicara Soal Kandungan Paracetamol di Perairan Angke dan Ancol
Tribunnews.com/Danang Triarmojo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta buka suara soal temuan konsentrasi tinggi paracetamol di Teluk Jakarta yang dikaitkan dengan limbah farmasi.

Merespon itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakaarta bakal menelusuri sumber pencemaran. 

Imbas riset yang menemukan konsentrasi paracetamol tinggi di Angke dan Ancol, membuat beberapa orang mengkaitkannya dengan limbah farmasi.

Baca juga: Temuan Kandungan Parasetamol Tinggi di Perairan Ancol dan Angke, Begini Respons Pemprov DKI 

Menanggapi hal tersebut, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI maupun Dinas Kesehatan DKI telah melakukan sejumlah upaya terkait penanganan limbah farmasi.

"Tentu dinas kesehatan sudah melakukan upaya-upaya antisipasi bersama lingkungan hidup dan dinas terkait agar semua limbah bisa disalurkan ke tempat-tempat pengelolaan limbah sesuai SOP," katanya di Balai Kota, Jumat (1/10/2021) malam.

Namun, ia tak menampik bila limbah farmasi selama pandemi memang mengalami peningkatan.

"Ya limbah farmasi memang meningkat kan saat Covid-19 InsyaAllah tidak masalah ada pun masalah itu sudah ditangani dinas terkait soal limbah," jelasnya.

Baca juga: Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol, Pemprov DKI Bakal Usut Sumber Pencemaran

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan telusuri dan dalami hasil penelitian jurnal Science Direct terkait konsentrasi tinggi paracetamol di Angke dan Ancol.

Baru-baru ini, warganet via Twitter khususnya tengah membicarakan perihal konsentrasi tinggi paracetamol di laut.

Pasalnya, berdasarkan jurnal Science Direct pada Agustus 2021 yang melakukan penelitian sejumlah air laut di Indonesia, yakni terdapat konsentrasi tinggi paracetamol.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas