Tribun

Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Polisi akan Minta Ahli Sosiologi Agama Analisa Tulisan Mantra di TKP Penemuan 4 Mayat di Kalideres

Diduga kain bertuliskan  mantra tersebut kerap digunakan salah seorang korban, yakni Budyanto untuk melakukan ritual tertentu

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi akan Minta Ahli Sosiologi Agama Analisa Tulisan Mantra di TKP Penemuan 4 Mayat di Kalideres
Tribunnews.com/ Fahmi Ramadhan
Tim Labfor Bareskrim Polri bakal dalami sejak kapan satu keluarga tewas di Perumahan Citra Garden I Ekstension, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tulisan mantra di kain milik satu keluarga tewas di Kalideres, kemenyan hingga sejumlah buku lintas agama ditemukan di rumah yang berlokasi Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat.

Rumah itu menjadi lokasi penemuan 4 jenazah dan polisi menduga kuat korban menganut kepercayaan tertentu.

Diduga kain bertuliskan  mantra tersebut kerap digunakan salah seorang korban, yakni Budyanto untuk melakukan ritual tertentu.

"Ada beberapa ( mantra) di kain. Diduga mantra," kata Hengki, Rabu (30/11/2022), dilansir Kompas.com..

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Selasa (29/11/2022) mengatakan, pihaknya akan mengundang ahli sosiologi agama, untuk melakukan analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku  mantra.'

Baca juga: Polisi Dalami Korelasi Temuan Mantra dan Ritual Terhadap Motif Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Hengki menyatakan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memeriksa patologi anatomi untuk mengetahui penyebab kematian.

"Saat ini sedang didalami para ahli kedokteran forensik gabungan dari kedokteran forensik Polri maupun RSCM atau Universitas Indonesia," ujar Hengki.

Saat ini, pihaknya masih menganalisis mantra tersebut dengan melibatkan ahli yang berkompeten di bidangnya.

"Sedang kami teliti," ucap Hengki.

Meninggal Dunia dengan Damai

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indrairi Amriel beberapa waktu lalu berspekulasi,  tidak menutup kemungkinan keluarga tersebut melakukan bunuh diri karena dimotivasi oleh nilai spiritualitas tertentu.

Menurut Reza Indrairi Amriel, satu keluarga tersebut berencana ingin meninggal dunia dengan damai.

"Damai menurut mereka tentunya," ucap Reza, menurut keterangan dari press release yang ia kirimkan kepada Tribunnews.com, Rabu (30/11/2022).

Kemudian, spekulasi kedua mengatakan bahwa kematian atau bunuh diri tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas