Berlatar Ekonomi Pimpinan PPATK Tidak Akan Kendur Urusi Pidana, Bagaimana Caranya?
Kiagus Ahmad Badaruddin memastikan PPATK tidak akan kendur di tangan dia, walaupun dirinya bukan berlatar belakang penegak hukum
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COMM, JAKARTA --- Pimpinan Pusat Pelaporann dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang baru adalah orang-orang yang berlatar belakang ekoomi. Ketua PPATK baru, Kiagus Ahmad Badaruddin adalah mantan Irjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sedangkan Wakilnya Dian Ediana Rae, adalah mantan Kepala Departemen di Bank Indonesia (BI).
Walaupun demikian, hal itu bukan merupakan sebuah halangan bagi PPATK untuk menelusuri aliran dana terkait suatu tindak pidana. Kiagus Ahmad Badaruddin memastikan PPATK tidak akan kendur ditangan dia, walaupun dirinya bukan berlatar belakang penegak hukum seperti pendahulunya, Muhammad Yusuf.
"PPATK itu ada struktur organisasinya, sudah dibentuk deputi-deputinya, deputinya itu yang diisi oleh orang-orang yang mengerti hukum,"ujar Kiagus Ahmad Badaruddin dalam konfrensi pers di kantor PPATK, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).
Sebagai contoh deputi pemberantasan, menurut Ketua PPATK sejak awal lembaga tersebut berdiri hingga sekarang posisinya selalu diisi oleh seorang Jaksa senior. Selain Deputi Pemberantasan Kiagus Ahmad Badaruddin mengaku massih punya banyak bawahan yang berlatar belakang penegak hukum.
"Jadi bukan berarti kita terus tidak mengurusi masalah pidana, TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) atau tindak pidana terorisme," ujarnya.
Kiagus Ahmad Badaruddin mengaku akan melanjutkan program-program PPATK dari kepemimpinan sebelumnya yang memang harus dilanjutkan. Terkait program dia sendiri, ia mengaku belum banyak bisa bercerita karena diriya baru saja ditunjuk oleh Presiden untuk mengisi jabatan tersebut.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.