Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon: Prabowo Tidak Pernah Dipecat dari Militer

Setelah itu Ketua Umum Partai Gerindra ini baru diberhentikan dengan hormat oleh Presiden ke-3 BJ Habibie.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Fadli Zon: Prabowo Tidak Pernah Dipecat dari Militer
KOMPAS IMAGES
Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Fadli Zon membantah Prabowo Subianto dipecat dari karier militernya saat menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

"Itu tidak benar. Pertama Pak Prabowo itu tidak pernah dipecat. Memang pada waktu setelah Mei (1998) itu, ada pergantian sebagai Pangkostrad," kata Fadli kepada wartawan di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Menurutnya, Prabowo dikirim ke Bandung menjadi Komandan Sesko ABRI.

Setelah itu Ketua Umum Partai Gerindra ini baru diberhentikan dengan hormat oleh Presiden ke-3 BJ Habibie.

"Itu baru pada bulan November tahun 1998. Jadi dicatat, itu diberhentikan dengan hormat kok. Dan Pak Prabowo ketika itu sedang berada di Yordania. Suratnya (pemberhentiannya) juga ada," katanya.


Perdebatan soal dipecatnya Prabowo sempat ramai saat Pilpres 2014 lalu.

Waktu itu surat keputusan Dewan Kehormatan perwira (DKP) yang menjelaskan Prabowo Subianto dipecat, bocor ke publik.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa Prabowo sengaja melakukan kesalahan dalam melakukan analisis tugas walaupun mengetahui bahwa KSAD sebagai pembina tidak berwenang untuk memberi tugas tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Prabowo juga melaksanakan pengendalian operasi dalam rangka stabilitas nasional, sesuatu yang bukan menjadi wewenangnya, melainkan wewenang Panglima ABRI.

Tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang seperti pelibatan satgas di Timor Timur dan Aceh dan pembebasan sandera di Wamena, Irian Jaya.

Lalu, memerintahkan anggota Satgas Mawar dan Satgas Merpati untuk melakukan pengungkapan, penangkapan, dan penahanan aktivis kelompok radikal dan PRD yang diketahuinya bukan merupakan wewenangnya.

Prabowo juga disebut tidak melaporkan operasi yang dilakukan kepada panglima dan baru dilaporkan pada awal April 1998 setelah desakan Kepala Badan Intelijen ABRI.

Selain itu, Prabowo disebut tidak melibatkan staf organik dalam prosedur staf, pengendalian, dan pengawasan.

Prabowo tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab komando dalam pengendalian tindakan Satgas Merpati dan Satgas Mawar.

Prabowo juga sering ke luar negeri tanpa izin dari KSAD ataupun Panglima ABRI.

"Tindakan-tindakan Letjen Prabowo Subianto cenderung pada kebiasaan mengabaikan sistem operasi, hierarki, disiplin dan hukum yang berlaku di lingkungan ABRI," demikian yang tertulis dalam surat itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas