Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Pengamat Sebut Konten Obor Rakyat Lebih Berbahaya ketimbang Tabloid Indonesia Barokah

Menurut Karyono, dua tabloid yang menghebohkan publik dan menimbulkan pro dan kontra ini memiliki persamaan dan perbedaan

Pengamat Sebut Konten Obor Rakyat Lebih Berbahaya ketimbang Tabloid Indonesia Barokah
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI
Kiai Odang Jamaludin menunjukkan Tabloid Indonesia Barokah yang diterima tiga minggu lalu ke pondok pesantren Nurul Iman, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur New Media Watch Agus Sudibyo menanggapi beredarnya tabloid Indonesia Barokah yang beredar di tengah masyarakat.

"Saya setuju, ini lebih seram dibandingkan dengan Obor Rakyat. Ini (Obor Rakyat) jauh sekali," kata Agus dalam diskusi media Tabloid Indonesia Berkah "Karya Jurnalistik atau Kumpulan Opini" yang dikutip dalam keterangannya, Rabu (30/1/2019).

Baca: Dewan Pers Sebut Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

Menurutnya, dalam menyajikan sebuah tulisan, Indonesia Barokah lebih menyajikan konten yang santai, ketimbang Obor Rakyat, yang ketika itu terlalu menyerang ke Jokowi,  sekalipun ini merupakan media propaganda. 

"Kalau dilihat memang keduanya tidak memiliki kaidah jurnalistik. Ini tetap dikritik karena ini tidak memiliki kaidah jurnalistik. Yang pada dasarnya, ketika kita buat sebuah media, maka sebelum operasi harus memnuhi syarat-syarat, seperti wartawan harus memiliki sertifikat. Ibaratnya mau shalat, tapi enggak wudu dulu," katanya.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai,  keberadaan Tabloid Indonesia Barokah masuk kategori negative campaign di mana dalam politik elektoral sangat dibolehkan.

Jika dibandingkan dengan Obor Rakyat, dari sisi konten, juga lebih halus. Karena itu, Karyono menilai, Indonesia Barokah hanya persoalan keberimbangan informasi.

"Sementara kasus Obor Rakyat penuh konten kebencian, hate speech, juga serangan fisik, terutama ke Jokowi," ujar Karyono.

Menurut Karyono, dua tabloid yang menghebohkan publik dan menimbulkan pro dan kontra ini memiliki persamaan dan perbedaan.

Persamaan Tabloid Indonesia Barokah dengan Obor Rakyat, antara lain; sama-sama merupakan media propaganda, tidak terdaftar di Dewan Pers, memiliki preferensi dukungan politik elektoral ke salah satu pasangan calon presiden, isi beritanya hasil kutipan berita yang sudah terpublikasi dan ditambah opini penulis alias bukan hasil wawancara sebagaimana media massa pada umumnya.

Kedua tabloid tersebut sama-sama membuat heboh dan dilaporkan ke pihak kepolisian, Bawaslu dan Dewan Pers. Kedua tabloid ini mencantumkan alamat fiktif sehingga tidak memenuhi ketentuan Pasal 12 UU Pers.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas