Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Barang Bukti dalam Perkara Lucas Dapat Digugurkan oleh Keterangan Ahli

Pada persidangan pekan lalu, ahli forensik akustik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dhany Arifianto tidak bisa memastikan orisinalitas

Barang Bukti dalam Perkara Lucas Dapat Digugurkan oleh Keterangan Ahli
Tribunnews.com/Glery
Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menggelar sidang kasus menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, yang dilakukan penasihat hukum, Lucas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menggelar sidang kasus menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, yang dilakukan penasihat hukum, Lucas.

Pada Kamis (7/2/2019), sidang beragenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan pihak penasihat hukum Lucas. Ahli digital forensik, Ruby Zukri Alamsyah, memberikan keterangan di persidangan.

Tim penasihat hukum Lucas mempertanyakan apakah barang bukti KPK berupa percakapan suara antara Lucas dan Bos Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro berpotensi digugurkan.

Sebab, kata penasihat hukum Lucas, orisinalitas barang bukti itu hingga kini masih diragukan. Menurut Rudy, barang bukti itu apabila dipertanyakan keabsahan oleh ahli lain maka berpotensi digugurkan.

Baca: Prabowo Singgung Genderuwo, Maruf Amin: Jangan Buat Istilah Menakutkan

"Menurut saya meski bukan orang hukum sah-sah saja. Kalau di-challenge sama pihak lain ya wajib bisa gugur," kata Ruby di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, (7/2/2019).

Pada persidangan pekan lalu, ahli forensik akustik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dhany Arifianto tidak bisa memastikan orisinalitas rekaman itu. Sebab rekaman yang berada di sebuah DVD-R tertulis KPK itu, dia terima masih tersegel dari lembaga antirasuah.

Mengenai tak ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pemeriksaan barang bukti, menjadi perdebatan antara jaksa penuntut umum dengan penasihat hukum Lucas. Hal ini, karena rekaman di DVD itu rawan dimanipulasi.

Rudy menjelaskan, istilah 'hashing', ini berguna agar saat barang bukti disita dari mulai dari disita sampai diperiksa di pengadilan, barang bukti yang tetap sama seperti saat disita. Itu berfungsi untuk menjaga dan memberikan informasi ke semua pihak.

Selain itu, kata dia, metode yang digunakan oleh ahli yang diminta KPK meneliti rekaman itu diragukan. Sebab, menurut dia, metode yang harus digunakan dalam menganalisa melalui audio forensik dan digital forensik.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas