Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Butuh Keterlibatan Swasta untuk Akses Air Minum ke Masyarakat

Lebih dari separuh PDAM yang ada di Indonesia itu kondisinya tidak sehat bahkan terus mengalami kerugian

Butuh Keterlibatan Swasta untuk Akses Air Minum ke Masyarakat
kompas.com
Ilustrasi air bersih 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk menyalurkan air minum ke masyarakat dan membutuhkan keterlibatan swasta, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak bisa melakukannya sendiri.

Selain tidak memiliki sumber daya yang cukup, kondisi geografis daerah-daerah yang ada di Indonesia menjadi penyebabnya.

Belum lagi fakta yang menyebutkan, bahwa lebih dari separuh PDAM yang ada di Indonesia itu kondisinya tidak sehat bahkan terus mengalami kerugian.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Air Minum Isi Ulang Indonesia (Aspamindo) Budi Darmawan mengatakan, tidak sehat itu karena masalah pipa untuk penyaluran air yang sangat mahal.

Investasi untuk pipa utama air diameter 6 inch saja sudah sekitar Rp 800 juta per kilometer.

“Belum lagi pipa distribusinya. Tekanannya hingga ujung juga harus mencapai standar tertentU sebab, jika tidak, PDAM akan dinilai tidak perform. Jadi mau harus dipasang pompa penguat dan itu membutuhkan listrik atau energi lagi,” katanya.

Baca: Penjelasan PDAM terkait 70 Ribu Warga Tangerang hingga Jakarta Barat Kesulitan Air Bersih

Terkait pendanaan, PDAM tidak memiliki dana untuk itu, sementara PDAM harus mendistribusikan air ke masyarakat dari sumber airnya.

Jika jaraknya dekat, PDAM mungkin masih sanggup dengan hitungan harga tarif air minum yang hanya Rp 4000 – 4500 per kubik.

“Tapi kalau jauh, pasti tidak sanggup. Kecuali biaya ke konsumennya dinaikkan lebih besar lagi,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Budi menambahkan tarif yang diberlakukan untuk air minum itu cuma satu.
Misalnya untuk rumah tangga kelas bawah, menengah, dan mewah, tanpa memperhitungkan jarak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas