Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Said Didu: Nanti Saya Ngomongnya Lebih Kencang

Berbeda halnya saat masa Presiden Soeharto, di mana PNS bebas berpendapat terkait kebijakan publik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Said Didu: Nanti Saya Ngomongnya Lebih Kencang
Tribun-Medan/Ambaranie Nadia K.M
Said Didu Buat Polling yang Menyindir Mobil Esemka: Monumen Anti Kebohongan 

Mungkin dari parpol siapa pak?

Enggak.., saya engga boleh dibuka.

Mungkin dari BPN?

Engga juga.

Berarti tawarannya dari kubunya capers-cawapres 01?

Enggak juga, enggak ada. Engga ada kaitannya sama sekali. Saya inisiatif saja mundur.

Apa Anda mendapat tawaran posisi dari kubu BPN atau 02?

Rekomendasi Untuk Anda

Enggak ada. Engga, politisi teman saya semua banyak, tapi saya kan enggak tertarik masuk politik.

Saya engga menarik masuk politik, sekarang kan moralitas diabaikan.

Selanjutnya, apakah Anda akan tetap mengkritisi kebijakan pemerintah di ruang publik ?

Saya akan spesialisasikan diri untuk mengawasi kebijakan publik.

Bisa lebih spesifik, terkait hal apa yang akan dikritisi?

Saya pasti (kritisi) kebijakan publik.

Yang kedua ini BUMN pasti saya kritisi terus. Ilmu saya pertanian saya paham, kemudian energi sumber daya mineral pasti saya tahu, kemudian fiskal moneter itu pasti saya kritisi.

Mungkin nanti BUMN-nya juga dikritisi?

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas