Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Said Didu: Nanti Saya Ngomongnya Lebih Kencang

Berbeda halnya saat masa Presiden Soeharto, di mana PNS bebas berpendapat terkait kebijakan publik.

Said Didu: Nanti Saya Ngomongnya Lebih Kencang
Tribun-Medan/Ambaranie Nadia K.M
Said Didu Buat Polling yang Menyindir Mobil Esemka: Monumen Anti Kebohongan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Said Didu mengundurkan diri sebagai sekretaris utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di badan tersebut.

Ditemui di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/5), mantan Staf Khusus Menteri ESDM tersebut mengaku ingin bebas atau merdeka menyampaikan kritik kebijakan pemerintah, terutama berkaitan BUMN.

Said Didu telah mengabdi selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai PNS.

Baca: Mundur dari Aparatur Sipil Negara, Said Didu: Saya Ingin Merdeka

Namun, ia tak mendapatkan kebebasan menyampaikan pendapat semasa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan justru PNS terbawa oleh arus politik.

Berbeda halnya saat masa Presiden Soeharto, di mana PNS bebas berpendapat terkait kebijakan publik.

Said Didu mengatakan pengunduran dirinya tak terkait situasi politik saat ini.

Dan kehadirannya sebagai pembicara di acara capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak tidak melanggar aturan PNS BPPT.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu resmi mengajukam pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019).
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu resmi mengajukam pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Di antara acara yang diikuti oleh Said Didu itu adalah pertemuan cawapres Sandiaga Uno dengan kelompok pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, di rumah makan Batik Kuring, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, pada 8 Mei 2019.

Saat itu Sandiaga Uno memberikan kritik ke pemerintah dan motivasi kepada para pendukungnya seperti aktivis Lieus Sungkarisma yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Said mengakui mendapat tawaran dari sejumlah sejawat politisi untuk masuk ke dalam struktur partai politik pasca-menanggalkan status PNS. Namun, ia belum terarik untuk terjun ke politik maupun menjadi politikus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas