Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Polri Pastikan Telusuri Dugaan Polisi Aniaya Anak di Kerusuhan 21-22 Mei

Kami sudah melihat beberapa pemberitaan dan kami akan lakukan konfirmasi untuk seterusnya apakah benar peristiwa itu terjadi atau tidak

Polri Pastikan Telusuri Dugaan Polisi Aniaya Anak di Kerusuhan 21-22 Mei
Vincentius Jyestha
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri memastikan akan menelusuri adanya dugaan personel kepolisian yang menganiaya anak di bawah umur dalam kerusuhan 21-22 Mei.

"Kami sudah melihat beberapa pemberitaan dan kami akan lakukan konfirmasi untuk seterusnya apakah benar peristiwa itu terjadi atau tidak," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).

"Sementara ini kan kita juga sudah bekerja sama. Tim investigasi gabungan bersama Komnas HAM, Kompolnas, dan ORI melakukan hal yang sama untuk memverifikasi berita itu, nanti kita akan kabari selanjutnya," imbuhnya.

Baca: PPP Prediksi Penambahan Anggota Koalisi Tak Lebih Dari 1 Partai

Lebih lanjut, ia menyebut Korps Bhayangkara akan mendatangi Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani. Pasalnya, disana terdapat 62 anak titipan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

"Pasti (ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani). Kami kan juga punya tanggung jawab lanjutan. Tidak hanya sekedar menyerahkan tapi bagaimana mengontrol, kemudian nanti penilaian terhadap perkembangan anak itu. Kami akan koordinasikan dengan orangtua sebagai penanggungjawab berikutnya," tukasnya.

Sekedar informasi, sedikitnya ada 62 anak titipan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat berada di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Jakarta Timur.

Baca: KPK Lakukan OTT, Ruang Sekda Kudus Disegel

Disebutkan dari jumlah tersebut ada anak yang diancam disetrum oleh polisi. Sementara yang lainnya, ada yang pinggangnya nyeri dan lecet akibat ditangkap serta diseret di aspal oleh polisi atau terluka di kepalanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas