Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BJ Habibie Meninggal Dunia

Ini Perubahan Besar Indonesia Saat BJ Habibie Menjadi Presiden, Nakhoda Penyelamat Negara

Pemberani dan pantang menyerah, dua kata itu melekat pada diri Presiden Ketiga RI, BJ Habibie.

Ini Perubahan Besar Indonesia Saat BJ Habibie Menjadi Presiden, Nakhoda Penyelamat Negara
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Bacharuddin Jusuf Habibie 

Joseph mengingat, pada 1978, Harian Kompas pernah kena bredel pemerintah akibat pemberitaan demo mahasiswa menyangkut makar, penumpangan presiden, Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Nah, setelah itu agak susah bagi kami yang ingin membuka usaha media. Tiba-tiba, Pak Habibie masuk ke pemerintahan. Jadi kontrol pemerintah terhadap pers hilang sepenuhnya,” jelas Joseph.

Tak hanya itu, setelah Habibie menjadi presiden, ia langsung mengambil langkah cepat dengan cara mendengarkan isi hati para wartawan.

Di situ, Habibie tak ingin berbicara, ia hanya ingin mendengarkan.

Habibie paham, nasib negara yang kini ada di tangannya seperti kapal yang hendak karam.

Sebagai nakhoda, ia harus segera mengangkat kapal itu agar tidak tenggelam hingga dasar lautan.

Bukan hanya Joseph, ajudan Presiden Habibie, TB Hasanuddin mengakui hal yang sama.

Habibie bukan sosok sembarangan. Ia adalah nakhoda yang mengarahkan Indonesia ke situasi yang lebih baik.

“Saya selalu merasa kagum dengan beliau karena jarang sekali Pak Habibie itu meminta tolong ajudannya. Kalau bisa dilakukan, dilakukan sendiri,” ucap Hasanuddin di Kompas TV.

Ia menuturkan, sebagai ajudan pribadi Habibie, bukanlah hal yang mudah.

Pasalnya, ada banyak cibiran yang menentang keputusan Habibie.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas