Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lama di Jerman, Siapa Sangka Eyang Habibie Terinspirasi Helmut Schmidt

Siapa yang menyangka jika Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie selama ini terinspirasi dari tokoh besar Jerman Helmut Schmidt.

Lama di Jerman, Siapa Sangka Eyang Habibie Terinspirasi Helmut Schmidt
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Presiden Republik Indonesia ke 3, Bacharuddin Jusuf Habibie saat menghadiri acara syuting film yang berjudul 'Rudy Habibie' di Dapur Film, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2016). Film Rudy Habibie bercerita tentang kisah kehidupan Presiden RI ke-3 ketika masih muda. Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapa yang menyangka jika Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie selama ini terinspirasi dari tokoh besar Jerman Helmut Schmidt.

Banyak orang yang mungkin tidak mengetahui bahwa sosok yang akrab disapa Eyang Habibie itu bersahabat dengan tokoh besar sosial demokrat Jerman tersebut.

Bahkan saat Helmut Schmidt wafat pada 2015 lalu, Eyang Habibie dalam ucapan belasungkawanya mengungkapkan kalimat yang sangat berarti.

Tanpa persahabatan antara dirinya dengan tokoh besar Sosialdemokrat Jerman itu, mungkin saat ini tidak ada demokrasi model Barat di Indonesia, sebuah negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Dikutip dari laman Deutsch Welle, Kamis (12/9/2019), Eyang Habibie yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi tersebut memang diketahui dekat dengan para pemimpin Jerman, yakni Helmut Schmidt dan penggantinya, Helmut Kohl.

Baca: 7 Fakta Pembunuhan Wanita Pemilik Cafe Penjara: Lampiaskan Nafsu Setelah Lucuti Harta Korban

Baca: Setelah Bunuh Nisa, Ayub Lampiaskan Nafsunya Atas Korban, Ini Faktanya

Di mata Eyang Habibie, Helmut Schmidt merupakan seorang negarawan besar.

Schmidt disebut sering memberikan wejangan atau nasehat kepadanya, bagaimana mengembangkan demokrasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut Eyang Habibie sampaikan kepada media Jerman, sesaat setelah menghadiri upacara penghormatan terakhir terhadap mantan pemimpin Jerman itu di Hamburg, pada November 2015 lalu.

"Helmut Schmidt adalah bapak intelektual saya, dari-nya saya belajar bagaimana menyelesaikan masalah politik namun pada saat yang sama tetap realistis," kata Eyang Habibie.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas