Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bongkar Cara Main Mafia Migas, Said Didu: Mafia Bekerja di dalam Regulasi, Bukan Melawan Hukum!

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu menceritakan cara kerja mafia yang ada di BUMN. Menurutnya, mafia berkeliaran di dalam regulasi.

Bongkar Cara Main Mafia Migas, Said Didu: Mafia Bekerja di dalam Regulasi, Bukan Melawan Hukum!
Twitter @msaid_didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu menceritakan cara kerja mafia yang ada di BUMN. Menurutnya, mafia berkeliaran di dalam regulasi. 

"Saya ini cerita bagaiamana mafia itu bermain di pengadaan migas subsidi. Dulu membahas subsidi itu selalu adalah harga subsidi. Morf plus alfa. Morf itu adalah harga rata-rata Singapura."

"Saat itu saya membahas dan tengah malam saya diusir keluar oleh salah satu menteri karena saya protes bahwa kenapa pakai harga Singapur? Kenapa kita tidak memakai 3 spot minyak supaya terjadi persaingan," kisahnya saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.

M Said Did Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
M Said Did Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2005-2010 di ILC TVOne pada Selasa (26/11/2019)

Ia menceritakan, Singapura merupakan penghasil premium terbesar dan mempunyai kilang.

Kemudian, Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak perusahaan Pertamina adalah perusahaan yang bermain dalam subsidi premium di Singapura.

Oleh karena itu dalam hal ini Said Didu menegaskan pada undang-undang APBN, PT Petral merupakan pihak yang membuat regulasi, sehingga ia rangkaian inilah yang disebut cara kerja mafia.

Maka menurut Said Didu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Pertamina.

"Bagaimana mafia bekerja di Pertamina? Begitu juga caranya. Aturan pengadaan migas di Pertamina itu mungkin hampir tiap 3 hari, 4 hari diganti," ujar Presiden Manusia Merdeka tersebut.

Ia kembali berpendapat, jika Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina gagal memberantas mafia yang masih bersarang di dalam Pertamina, maka bisa jadi Ahok adalah bagian dari mafia.

"Jadi kalau Ahok memang mau memberantas mafia, kalau dia gagal maka dia menjadi bagian dari mafia. Karena dia bisa membikin regulasi yang melindungi mafia. Nah, karena tiap saat pengadaan itu diganti-ganti di Pertamina," kata Said Didu.

Dirinya juga menegaskan kepada Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN, agar mengawasi Ahok jika diketahui mengganti pengadaan migas dan bermain mafia seperti yang ia ceritakan sebelumnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas