Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Bakal Gelar Perkara Dugaan Oknum Penyidik Polres Jakbar Siksa Luthfi Alfiandi

Asep Adi Saputra menyampaikan, pihaknya telah melakukan gelar perkara untuk mendalami dari pengakuan Luthfi tersebut

Polisi Bakal Gelar Perkara Dugaan Oknum Penyidik Polres Jakbar Siksa Luthfi Alfiandi
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Markas besar Kepolisian RI (Mabes Polri) menyampaikan telah memeriksa sebanyak lima penyidik polres Jakarta Barat terkait pernyataan Luthfi Alfiandi yang mengaku dianiaya dengan cara disetrum saat ia dimintai keterangan di Polres tersebut.

Diketahui, Luthfi Alfiandi adalah pemuda yang fotonya viral karena membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM.

Baca: Diduga Modifikasi Airsoft Gun Jadi Senapan Sungguhan, Pegawai BUMN Terancam Hukuman Seumur Hidup

Di hadapan Hakim, dia mengaku dianiaya oknum penyidik untuk diminta mengaku telah melempar batu ke arah polisi.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra menyampaikan, pihaknya telah melakukan gelar perkara untuk mendalami dari pengakuan Luthfi tersebut.

"Beberapa penyidik internal kepolisian Jakarta Barat sudah diperiksa. Jadi tim sekarang mau menggelar perkara kasusnya dari hasil temuan-temuan itu," kata Asep di sela-sela rapat pimpinan (Rapim) Polri 2020 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (29/1).

Namun demikian, Asep kembali mengingatkan, penetapan tersangka kepada Luthfi dinilai telah berdasarkan bukti-bukti yang komprehensif.

Satu di antaranya ialah bukti digital Luthfi melakukan aksi kekerasan terhadap polisi.

"Bukti digital itu tidak bisa dipungkiri. Ada rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas dia di TKP melakukan aksi kekerasan. Penetapan dia sebagai tersangka itu memang didukung dengan berbagai alat bukti, bukan asal," bebernya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas