Putrinya Dikarantina di Natuna, Ayah Mahasiswi: Masih Sedikit Ada Kecemasan
Orang tua mahasiswi yang di evakuasi dari Wuhan mengaku belum bisa menghubungi anaknya hingga saat ini.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
"Sebetulnya WNI ini masyarakat yang sehat semuanya, karena kan saat tiba di Batam dilakukan lagi pemeriksaan, dan setelah lolos pemeriksaan mereka lanjut ke Natuna," ujar Widyawati.
"Karena mereka lolos (dalam keadaan sehat), jadi rutinitas saat dikarantina dilakukan biasa saja layaknya orang sehat," lanjut dia.
Penolakan Warga Natuna
Sebelumnya, rencana pemerintah mengisolasi WNI dari China ini menuai penolakan dari warga Natuna.
Mereka melakukan demo ke pemerintah daerah untuk mendiskusikan kembali dengan pemerintah pusat.
Namun, sudah menjadi keputusan bulat pemerintah untuk melakukan karantina di Natuna.
Presiden Jokowi menilai, Natuna paling lengkap fasilitas kesehatannya di banding dua daerah rujukan lainnya.
"Memang kemarin ada beberapa alternatif. Ada yang kemarin Morotai misalnya, Biak."
"Karena kita memerlukan untuk turun itu memerlukan landasan sehingga (pesawat) kita bisa turun," ungkap Jokowi.
Mensos Imbau Masyarakat Natuna Tak Khawatir
Menteri Sosial, Juliari Batubara mengimbau masyarakat Natuna agar tak khawatir daerahnya dipilih menjadi lokasi karantina WNI (Warga Negara Indonesia) dari Wuhan, China.
Menurutnya, sebelum menentukan sikap pemerintah telah mengkajinya dengan matang.
Dia menilai, Natuna diputuskan menjadi lokasi karantina karena jaraknya jauh dari keramaian.
Tidak mungkin pemerintah mengorbankan warga negara sendiri.
"Tapi warga Natuna di Natuna enggak usah khawatir. Masa pemerintah pusat dalam tanda kutip mau mengorbankan warganya sendiri," kata Juliari dikutip dari Kompas.com.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani) (Kompas.com/Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman/Kontributor Gresik, Hamzah Arfah/Achmad Nasrudin Yahya)