Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Imam Nahrawi Diadili

Wakil Bendahara KONI Gelontorkan Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah Imam Nahrawi di Cipayung

Imam Nahrawi disebut meminta uang senilai Rp 2 Miliar kepada Wakil Bendahara KONI Pusat, Lina Nurhasanah untuk merenovasi rumah

Wakil Bendahara KONI Gelontorkan Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah Imam Nahrawi di Cipayung
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Mantan Operator Pencairan Anggaran Satlak Prima, Alverino Kurnia memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Miftahul Ulum yang terjerat kasus suap dana hibah KONI dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi disebut meminta uang senilai Rp 2 Miliar kepada Wakil Bendahara KONI Pusat, Lina Nurhasanah untuk merenovasi rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Mantan Operator Pencairan Anggaran Satlak Prima, Alverino Kurnia mengungkap hal tersebut dalam persidangan.

Bahkan, dia mengaku memberikan uang yang diambil dari anggaran Satlak Prima itu ke kantor Budipradono Architecs.

Baca: Terlalu Sering Mencuci Tangan Bisa Membuat Kulit Kering, Dokter Ingatkan Jangan Lupa Pakai Pelembap

"Yang saya tahu dari Ibu Lina untuk rumah Pak Menteri (Imam Nahrawi,-red)," kata Alverino, saat memberikan keterangan untuk terdakwa Miftahul Ulum, terkait kasus suap dana hibah KONI yang sidangnya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Sebelumnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didakwa menerima gratifikasi berupa uang sejumlah Rp 8,6 Miliar. Pemberian gratifikasi itu didapat dari sejumlah pihak.

Diantaranya terdapat gratifikasi sejumlah Rp 2 Miliar sebagai pembayaran jasa desain Konsultan Arsitek Kantor Budipradono Architecs.

Baca: Pengakuan Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Soal Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah

Uang itu berasal dari Lina Nurhasanah, Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Program Indonesia Emas (PRIMA) Kemenpora RI periode tahun 2015 sampai dengan 2016.

"Pada sekitar bulan Oktober 2016, Miftahul Ulum menghubungi Lina Nurhasanah melalui telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Miftahul Ulum meminta Lina Nurhasanah uang sejumlah Rp 2 Miliar untuk membayar “Omah Bapak” maksudnya yaitu rumah milik Terdakwa," kata Ronald Worotikan, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (14/2/2020).

Pada surat dakwaan, upaya permintaan uang Rp 2 miliar itu, kata dia, berawal dari permintaan Shobibah Rohmah untuk menggunakan jasa Kantor Budipradono Architecs untuk mendesain rumah milik Imam Nahrawi yang berada di Jalan Manunggal II, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca: Imam Nahrawi Tersinggung Saat Gatot Beberkan Permintaan Uang Saku untuk Naik Haji

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas