Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19: Bukan Kelinci Percobaan

Sebagai relawan vaksin Covid-19, Ridwan Kamil sebut akan disuntikkan virus yang dimatikan dan membantah bukan jadi kelinci percobaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19: Bukan Kelinci Percobaan
Ist
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat internal bersama Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, (15/7/2020) - Sebagai relawan vaksin Covid-19, Ridwan Kamil sebut akan disuntikkan virus yang dimatikan dan membantah bukan jadi kelinci percobaan. 

Tiga tersebut yakni dari sisi politik, ilmiah, hingga kemanusiaan.

"Kalau melihat Covid ini memang ada tiga kacamata, mau pakai kacamata politik marah-marah isinya."

"Kalau pakai kacamata ilmiah kita cari solusi, kalau dari kemanusiaan kita kegotongroyongan," tandas Ridwan Kamil.

Baca: Presiden Rusia Klaim Negaranya Telah Ciptakan Vaksin Covid-19, Ilmuwan: Keputusan Ceroboh & Bodoh

Baca: Erick Thohir Sebut Bio Farma Sanggup Produksi Vaksin Covid-19, Tinggal Tunggu Uji Klinis

Vaksin yang akan diujikan beberapa waktu ke depan berasal dari China.

Padahal, terdapat empat vaksin Covid-19 yang telah ada di Indonesia, seperti dari Korea, Inggris, serta Indonesia sendiri yakni vaksin merah putih.

Akan tetapi, ketiga vaksin tersebut belum menjalani uji klinis tahap satu dan dua.

Jadi, yang akan diujikan adalah vaksin Sinovac karena sudah selesai beberapa tahap.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi ada empat vaksin yang kami tahu, dari Tiongkok, Korea, Inggris, dan Indonesia," ucap Ridwan Kamil.

"Tapi yang dari Korea, Inggris, Indonesia belum selesai tahap satu tahap duanya."

"Yang sudah selesai dari empat negara ini adalan dari Sinovac," tambahnya.

Vaksin Sinovac sudah beberapa kali menjalani uji klinis karena memang datang lebih dulu.

Pasalnya China menjadi sumber pertama adanya virus Covid-19 dan langsung melakukan riset.

"Yang memang suka bikin kerja sama dengan Bio Farma di vaksin-vaksin yang lain."

"Dan mereka mendahului karena kasusnya Covid Tiongkok 'kan duluan maka proses risetnya duluan," pungkas Ridwan Kamil.

(Tribunnews.com/Febia Rosada)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas