Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Golongan yang Kerap Menggunakan Pasal UU ITE, dari Oknum Pejabat hingga Penegak Hukum

Gara-gara postingan di media sosial, seseorang bisa dilaporkan ke polisi.

Tiga Golongan yang Kerap Menggunakan Pasal UU ITE, dari Oknum Pejabat hingga Penegak Hukum
YouTube Tribunnews.com
Merdeka Penjara Vs Penjara (Tangkap Layar YouTube Tribunnews.com). 

TRIBUNNEWS.COM - Gara-gara postingan di media sosial, seseorang bisa dilaporkan ke polisi.

Ada yang kemudian divonis bebas, namun ada juga yang divonis bersalah.

Kebanyakan dari mereka dijerat dengan Undang-Undang Transaksi Informatika dan Elektronik (UU ITE).

Lalu apakah kini berbicara di media sosial sudah tidak lagi merdeka?

Terkait dengan hal itu, Koordinator Paguyuban Korban UU ITE, Arsyad Muhammad memberikan tanggapannya.

Arsyad mengatakan, ada tiga golongan yang kerap menggunakan Pasal di UU ITE, yakni oknum pejabat, pemodal dan penegak hukum.

Hal itu diungkapkan Arsyad dalam live streaming di kanal YouTube Tribunnews.com bertajuk 'Merdeka Bicara Vs Penjara, Senin (17/8/2020).

UU ITE Arsyad
Merdeka Penjara Vs Penjara (Tangkap Layar YouTube Tribunnews.com).

"Kami banyak mendapatkan pengalaman teman-teman yang dijerat dengan UU ITE."

"Ternyata hanya ada tiga golongan yang kerap menggunakan pasal karet di UU ITE ini yaitu oknum pejabat, oknum pemodal, dan oknum penegak hukum," paparnya.

Lantas mengapa kegita oknum golongan tersebut yang lebih banyak menggunakan Pasal di UU ITE?

Halaman
12
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas