Tribun

Kemensos Kembangkan Platform Digital untuk Bantu Peserta PKH Promosikan Usahanya

Kementerian Sosial mengembangkan fitur digital pameran Kesejahteraan Sosial Nasional (KSN) sehingga ada interaksi secara virtual.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Kemensos Kembangkan Platform Digital untuk Bantu Peserta PKH Promosikan Usahanya
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Juara Community dan Dinsos Kota Semarang memberikan Bimbingan Teknis Manajemen Bisnis Frozen Food kepada 200 orang dari para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Balaikota Semarang, Jumat (28/2/2020). Vice President PT Ciomas Adisatwa, Japfa Group, Mochamad Zunaiydi dan Kepala Dinsos, Muthohar menjadi pemateri dalam acara tersebut. Mochamad Zunaiydi menerangkan, pihaknya menyuport program pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dan menyiapkan program 90 pendamping PKH yang ada di Kota Semarang untuk membina kelompok masyarakat pra sejahtera menjadi sejahtera. Ada beberapa alternatif bisnis, seperti usaha frozen food dan ayam goreng atau fried chicken. Selain itu Japfa akan menyediakan produk termasuk tempat penympianan frozen food dan sesekali akan dikirimkan tim untuk membantu edukasi dan menargetkan bisa mensuport semua E-Warong dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kota Semarang. Kita tidak menutup kemungkinan juga support protein yang lain seperti susu dan telur. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial mengembangkan fitur digital pameran Kesejahteraan Sosial Nasional (KSN).

Melalui sarana daring dengan alamat link pameranksn.kemensos.go.id, ini memungkinkan penyelenggara layanan menampilkan karya dan layanan mereka.

"Dengan aplikasi ini, pengunjung pameran dan penyelenggara layanan bisa berinteraksi secara virtual," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Said Mirza Pahlevi, melalui keterangan tertulis, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Akses dtks.kemensos.go.id untuk Cek Penerima BLT KPM PKH Rp 3,5 Juta, Ini Persyaratannya !

Melalui fitur khusus Social Market, memungkinkan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial untuk menginformasikan produk-produk yang dihasilkannya.

Dengan layanan tersebut, memungkinkan fasilitasi terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah graduasi dengan usaha mikro yang dikembangkannya, ditampilkan di sini.

“Oleh karena itu, Kemensos lebih mendorong agar produk-produk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial tersebut dapat dipasarkan melalui marketplace yang sudah ada," kata Said.

Baca juga: Viral Video 50 Ribu Paket Bansos Berlogo Kemensos, Ternyata Sudah Disiapkan tapi Tak Jadi Dibeli

Hingga saat ini yang paling banyak memanfaatkan fitur ini adalah KPM PKH dan alumni atau mantan penerima layanan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

KPM PKH yang mengembangkan usaha mikro, bisa menyajikan usahanya.

Hal ini karena sebagian besar mereka belum berani buka lapak di situs-situs perniagaan yang sudah ternama.

Namun bila memang kegiatan ekonomi KPM PKH graduasi bisa diterima pasar, maka Kemensos bisa menghubungkan mereka dengan marketplace.

“Dengan demikian ini untuk pertama kalinya, dalam sejarah Kemensos menjembatani pemasaran produk KPM dengan marketplace," tutur Said.

Situs pameranksn.kemensos.go.id telah diresmikan Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy, sebagai rangkaian puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2020.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas