Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penegakan Hukum Berkontribusi Positif Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pemerintahan Jokowi

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sedikit menurun dalam enam bulan terakhir.

Penegakan Hukum Berkontribusi Positif Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pemerintahan Jokowi
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo 

Sementara itu faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan menurutnya tidak signifikan, karena juga terjadi di negara lain. Sulitnya menanganani Pandemi Covid-19,  tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, melainkan juga negara lain.

"Tentu saja kalau Pandemi misalnya terjadi 143 negara, yang mengalami masalah yang sama,  sehingga kalau menurut saya sih meskipun itu akan membuat masyarakat kurang puas, namun ada pemakluman, karena semua negara mengalami yang sama," kata dia.

Begitu juga faktor kinerja ekonomi. Karyono mengatakan kinerja dibidang ekonomi berkelindan dengan Pandemi. Meningkatnya pengangguran karena banyaknya PHK menyebabkan masyarakat kurang puas terhadap kinerja pemerintahan. Namun hal itu dapat dimaklumi karena dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Baca juga: Survei Kepuasan Kinerja Jokowi Terus Turun dalam 3 Tahun Terakhir, Begini Tanggapan Istana

"Dalam beberapa bulan terakhir di 2020 misalnya meski pertumbuhan ekonomi masih minus namun angkanya menunjukkan perbaikan," kata dia.

Sebelumnya Tren tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mengalami penurunan, atau masuk dalam fase terendah sejak terpilih menjadi Presiden RI kembali pada 2019.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden terlihat masih tinggi yaitu sebesar 62,9 persen pada Februari 2021. Namun, jika dibanding setahun yang lalu. Telah terjadi penurunan, karena pada Februari 2020 tingkat kepuasan di level 69,5 persen. 

"Jadi tingkat kepuasan Februari 2021 lebih rendah, atau terendah sejak selesai pemilihan umum 2019," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Senin (8/2/2021).

Penurunan ini, disebabkan sikap publik yang tidak puas dengan kinerja Presiden mengalami peningkatan, dari 28 persen menjadi 35,6 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Burhanuddin menjelaskan, puas tidak puasnya publik terhadap kinerja presiden dikarenakan oleh pilihan politik di 2019, di mana pendukung Jokowi cenderung puas dengan kerja presiden. Tetapi, pendukung Prabowo Subianto tetap tidak puas meski sudah menjadi bagian dari pemerintah. 

"Tren ini kalau tidak diantisipasi oleh presiden itu bisa alarm karena sebagian dari pendukung loyalnya sudah mulai bergeser," paparnya. Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 1-3 Februari 2021, melalui sambungan telepon dengan responden. Sebanyak 1200 responden dipilih secara acak. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas