Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Relawan Jokowi Nilai Fadli Zon Tidak Bisa Bedakan Mobilisasi dan Spontanitas 

"Harusnya Fadli bisa melihat kehadiran rakyat di Maumere adalah spontanitas ," kata Noel, Rabu, (24/2/2021).

Relawan Jokowi Nilai Fadli Zon Tidak Bisa Bedakan Mobilisasi dan Spontanitas 
Tangkapan Layar Youtube Fadli Zon
Fadli Zon. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yakni Jokowi Mania (Joman) menyesalkan pernyataan politikus Gerindra Fadli Zon yang mengkritik kerumunan Presiden di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Selasa, (23/2/2021).

Ketua Relawan Joman Immanuel Ebenezer atau Noel menyayangkan, karena Fadli membandingkan kerumunan warga di Maumere saat melihat Presiden,  dengan kerumunan Keberadaan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta dan Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. 

"Harusnya Fadli bisa melihat kehadiran rakyat di Maumere adalah spontanitas ," kata Noel, Rabu, (24/2/2021).

Baca juga: SBY: Apa yang Dilakukan Moeldoko Merugikan Nama Baik Pak Jokowi

Padahal menurut dia kerumunan Presiden di NTT  berbeda dengan kerumunan kedatangan Rizieq Shihab. Kerumunan warga di Maumere jelas merupakan aksi spontanitas karena tanpa mobilisasi dan undangan warga menunggu presiden di pinggir jalan. 

"Tidak ada seruan, tidak ada persiapan. Tidak ada mobilisasi , " Katanya.

Hal itu berbeda dengan kehadiran ribuan massa FPI yang menjemput Habib Rizieq di bandara. Kehadiran massa tersebut karena ada kampanye di Medsos. Selain itu ada selebaran yang menyerukan agar massa FPI untuk hadir 

"Persiapan FPI matang. Kampanye beredar luas. Jadi beda dong dengan spontanitas rakyat yang hadir di Maumere, " katanya. 

Noel berharap agar Fadli stop mengkritik tanpa dasar  Presiden Jokowi. Apalagi partai Gerindra sudah masuk kabinet dan menjadi partai pendukung.

Baca juga: SBY: Partai Demokrat Not For Sale !

Dirinya juga meminta Fadli untuk melakukan kritik yang elegan dan cerdas yang bersifat konstruktif plus membangun.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas