Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Prakiraan Cuaca

BMKG: Peringatan Dini Selasa, 13 April 2021: Diprediksi 4 Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG: Peringatan Dini Selasa, 13 April 2021: Diprediksi 4 Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Awan Cumulonimbus menyelimuti perairan Teluk Jakarta di kawasan perairan kepulauan Seibu, Jakarta, Minggu (10/01/2021). Informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia telah dirilis di laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 

TRIBUNNEWS.COM - Informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia telah dirilis di laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) .

Informasi peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku untuk Selasa, (13/4/2021).

Melalui laman resminya, BMKG memprediksi 4 wilayah berpotensi hujan petir dan angin kencang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Baca juga: Info BMKG: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok Selasa 13 April 2021, 6 Wilayah Diguyur Hujan Ringan

Baca juga: Info BMKG Selasa, 13 April 2021: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

Ilustrasi seseorang memakai payung di tengah hujan. BMKG: Curah Hujan di Awal Tahun Masih Signifikan, Hujan Petir hingga Cuaca Ekstrem.
Ilustrasi seseorang memakai payung di tengah hujan. (Pixabay)

Besok akan terjadi bibit siklon tropis 94W (masih berada di luar Area of Monitoring TCWC Jakarta) terpantau di SamuderaPasifik utara Papua yang bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan anginmaksimum mencapai 20 kt dan tekanan minimum 1007 mb.

Kondisi ini secara tidak langsung membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Maluku bagian barat hingga Papua bagian utara.

Sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan Barat Aceh yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatankecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Aceh bagian selatan hingga bagian utara serta membentuk daerah konfluensi dari Kalimantan Barat bagian barat hingga Aceh.

Sirkulasi siklonik lainnya terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu.

Wilayah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang dari perairan barat Sumatera Barat hingga Jambi bagian tengah.

Selain itu di Kalimantan Tengah bagian Utara hingga pesisir timur Kalimantan Utara, dari Sulawesi Selatan bagian selatan hingga Sulawesi Tengah dan dari Papua bagian barat hingga Papua Nugini bagian barat.

Hal ini menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem bibit siklon tropis, di sekitar wilayah sirkulasi dan di sepanjang daerah konvergensi serta konfluensi tersebut.

Ilustrasi hujan petir
Ilustrasi hujan petir (The West Australian)
Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas