Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kuliner Bipang Ambawang

Jubir Presiden, Mendag, Ngabalin Hingga Politisi 'Bela' Jokowi Soal Polemik Kuliner Bipang Ambawang

Lutfi mengatakan bahwa tidak ada maksud apapun dari pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan sejumlah kuliner nusantara termasuk Bipang Ambawang.

Jubir Presiden, Mendag, Ngabalin Hingga Politisi 'Bela' Jokowi Soal Polemik Kuliner Bipang Ambawang
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Juru Bicara Kepresidenan - Fadjroel Rachman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat Indonesia untuk belanja kuliner khas daerah menjelang Idul Fitri mendadak heboh.

Kehebohan muncul setelah Presiden menyebut salah satu kuliner khas Kalimantan Bipang Ambawang. Bipang Ambawang identik dengan Babi Panggang.

Makanan tersebut tidak tepat apabila dikaitkan dengan perayaan lebaran, karena babi merupakan makanan haram bagi umat muslim.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan bahwa Bipang yang dimaksud Jokowi tersebut yakni Jipang, sejenis makanan yang terbuat dari beras.

"Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun," tulis Fadjroel dalam akun twitternya @fadjroeL.

Dikonfirmasi terpisah, Fadjroel enggan menjelaskan mengenai maksud pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Menurut dia, masalah Bipang akan dijelaskan oleh Kementerian Perdagangan.

"Nanti akan ada penjelasan dari kementerian perdagangan," katanya, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Ahmad Basarah: Soal Bipang Ambawang, Niat Jokowi Hanya Ingin Promosi Produk Bangsa Sendiri

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa tidak ada maksud apapun dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner nusantara termasuk di dalamnya Bipang Ambawang.

Lutfi meminta maaf bila ajakan promosi tersebut menyebabkan kesalahpahaman.

"Meskipun demikian kami dari Kemendag selaku penanggungjawab dari acara tersebut, sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan bapak presiden, kami mohon maaf sebesar-besarnya bila terjadi kesalahpahaman," kata Mendag.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas