Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

1,5 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Transportasi Darat

Kemenhub mulai 15 Mei 2021 akan melakukan pengecekan kesehatan secara acak kepada pengguna transportasi darat baik roda empat ataupun roda dua.

1,5 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Transportasi Darat
NTMC Polri
Pos penyekatan mudik lebaran 2021 di perbatasan Puncak-Cianjur, Jawa Barat, jebol oleh ribuan pemudik, Kamis (13/5/2021) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan tiga langkah antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pasca-Hari Raya Idulfitri 1442 H atau Lebaran.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyebutkan, langkah antisipasi ini dilakukan karena menurut data Posko Pengendalian Transportasi hingga 11 Mei 2021 setidaknya ada 1,5 juta orang yang mulai ke luar Jabodetabek menggunakan angkutan umum.

Dalam langkah antisipasi pergerakan masyarakat ini, lanjut Adita, pertama Kemenhub akan tetap konsisten menjalankan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 Tahun 2021 selama peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

"Kemudian pada pengetatan pada pasca peniadaan mudik 18-27 Mei 2021, kami akan melakukan pengetatan masa berlaku hasil tes negatif Covid-19 baik itu PCR, rapid antigen dan GeNose menjadi 1X24 jam di semua moda transportasi, kata Adita dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Antisipasi Arus Balik Guna Mencegah Penularan Covid-19

Kedua, Kemenhub mulai 15 Mei 2021 akan melakukan pengecekan kesehatan secara acak kepada pengguna transportasi darat baik roda empat ataupun roda dua.

"Kami akan melakukan pengecekan secara acak kepada pengguna transportasi darat, dan sudah ada 21 titik yang akan menjadi tempat pengecekan tersebut," kata Adita.

Selanjutnya Adita menyebutkan, langkah ketiga adalah dengan memperketat masuknya orang dari wilayah Sumatera ke Pulau Jawa melalui angkutan penyeberangan.

"Pengetatan ini juga dilakukan dengan mengharuskan penumpang melakukan tes antigen yang alat tes, petugas kesehatan, dan pelaksanaannya akan ditingkatkan dibandingkan hari sebelumnya," ucap Adita.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Peningkatan Pergerakan Masyarakat Meningkat Pascalebaran

Kemudian Adita juga menjelaskan, untuk pelaksanaan tes yang diberikan secara gratis kepada penumpang ini nantinya akan dilakukan di luar pelabuhan Bakauheni dengan mendirikan bangunan berupa tenda-tenda dari BNPB untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan.

Sebelumnya, Kemenhub juga sudah memprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan masyarakat pasca-Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada tanggal yang sama.

Menurutnya, pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1442 H akan menjadi titik konsentrasi masyarakat melakukan pergerakan untuk melakukan perjalanan.

"Maka dari itu, saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pergerakan bersamaan pada tanggal yang sama karena akan menimbulkan kepadatan lalu lintas," ucap Budi dalam keterangannya, Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Jubir Kemenhub: Kalau Terlanjur Sampai di Kampung Halaman, Coba Tes Covid-19 deh

Dalam mengantisipasi hal tersebut, lanjut Budi, Kemenhub menyiapkan petugas yang siaga di lapangan terutama di titik penyekatan selama kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 berlangsung.

"Potensi pergerakan masyarakat pasca Lebaran ini cukup tinggi, maka dari itu saya meminta petugas agar tetap menjaga konsistensinya untuk bertugas menjaga titik penyekatan," ucap Budi.

Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas