Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Migrasi TV Digital

Migrasi TV Analog ke Digital Bisa Jadikan Internet di Indonesia Makin Cepat dan Merata

Dirjen PPI Kemkominfo, Ahmad M Ramli, mengungkapkan migrasi TV analog ke digital memberikan segudang manfaat, terutama layanan internet.

Migrasi TV Analog ke Digital Bisa Jadikan Internet di Indonesia Makin Cepat dan Merata
Kemkominfo RI
Modi, maskot siaran TV digital di Indonesia 

"Tapi begitu beralih ke digital, maka dia akan bisa menerima lebih banyak siaran dan lebih beragam," ungkapnya.

Mengenai pengadaan STB, pemerintah akan memberikan bantuan gratis kepada masyarakat miskin.

"Ada sekitar 27 juta keluarga miskin, dan kalau misalnya satu keluarga itu dianggap ada empat anak, istri dan suami, kita memerlukan setidaknya ada sekitar 6,5 sampai 7 juta STB," ungkap Ramli.

Ramli pun meminta masyarakat untuk mengecek TV yang dimiliki saat ini, apakah sudah bisa untuk menerima siaran TV digital atau belum.

"Kalau belum digital, nggak harus langsung ganti TV baru, tapi belilah alat STB," ungkapnya.

Dikutip dari kemkominfo.go.id, siaran TV digital menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi yang memberikan tayangan lebih baik dibanding TV analog.

Antara lain dapat menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih, dan teknologi canggih bagi masyarakat Indonesia.

Adapun dalam masa peralihan ke siaran televisi digital, masyarakat tetap bisa untuk menonton siaran televisi analog.

Namun, pemerintah menganjurkan agar masyarakat mulai merubah tangkapan sinyal antena di rumah dari siaran analog ke digital.

Tahapan Migrasi TV Analog ke TV Digital

Sementara itu pemerintah akan melakukan migrasi TV analog ke digital melalui lima tahap.

Tahap pertama, paling lambat dilakukan pada 17 Agustus 2021, di sebanyak 6 wilayah layanan di 15 kabupaten/kota.

Pada tahap kedua, dilakukan paling lambat pada 31 Desember 2021, di sebanyak 20 wilayah layanan di 44 kabupaten/kota.

Untuk tahap ketiga, dilakukan paling lambat 31 Maret 2022, di sebanyak 30 wilayah layanan di 107 kabupaten/kota.

Kemudian tahap keempat, dilaksanakan paling lambat pada 17 Agustus 2021 di sebanyak 31 wilayah layanan di 110 kabupaten/kota.

Tahap kelima, migrasi siaran TV digital dilakukan paling lambat tanggal 2 November 2022, di sebanyak 24 wilayah layanan di 63 kabupaten/kota.

Sementara itu daerah layanan yang masuk tahap pertama ialah Aceh-1 (Kab. Aceh Besar, Kota Banda Aceh), Kepulauan Riau-1 (Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang).

Kemudian Banten-1 (Kab Serang, Kota Cilegon, Kota Serang), Kalimantan Timur-1 (Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang), Kalimantan Utara-1 (Kab. Bulungan, Kota Tarakan), dan Kalimantan Utara-3 (Kab. Nunukan).

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang Putranto)

Berita terkait migrasi TV digital

Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas