Tribun

Pelecehan dan Bullying di Kantor

Sudah 2 Pekan, Kuasa Hukum MS Harap Proses Hukum Pelecehan Seksual di KPI Segera ke Penyidikan

hingga kini proses hukum atas perkara tersebut masih berjalan dalam tahap penyelidikan dan ditangani pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
Sudah 2 Pekan, Kuasa Hukum MS Harap Proses Hukum Pelecehan Seksual di KPI Segera ke Penyidikan
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Terduga korban pelecehan di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat didampingi kuasa hukumnya Rony Hutahaean dan Reinhard Silaban mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021) untuk menjalani tes kejiwaan. 

Tak hanya itu kata Mu'alimin, pihak kepolisian juga masih mengumpulkan beberapa alat bukti dan petunjuk guna menyelesaikan proses penyelidikan.

Terbaru, kata dia, jajaran penyidik Polres Metro Jakarta Pusat sedang mengupayakan untuk mendapatkan keterangan pakar hukum pidana agar perkara ini menjadi jelas.

"Polres Jakpus juga sedang meminta pendapat Pakar Hukum Pidana guna membuat terang kasus ini," katanya.

Meski demikian, pihaknya kata Mu'alimin, tetap bersedia untuk menanti proses penyelidikan yang ditangani oleh aparat penegak hukum saat ini.

Hal itu dia sadari, karena polisi membutuhkan waktu yang lama, mengingat perkara dugaan pelecehan seksual berdasar perundungan ini terjadi pada beberapa tahun lalu.

"Polisi selalu memberi tahu perkembangan kasus pada kami. Kami memahami jika Polisi membutuhkan waktu ekstra. Sebab memang ini kan kasus pelecehan yang sudah terjadi sekian tahun silam," tukasnya.

Diketahui, Kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami oleh pegawai KPI berinisial MS masih berproses di Polres Metro Jakarta Pusat.

Penyelidikan pun masih dilakukan polisi dengan mengundang pelapor dan terlapor. Terbaru, MS diperiksa untuk dimintai keterangan terkait peristiwa yang ia alami pada 2019 dan 2020 yang sempat dilaporkannya ke Polsek Gambir.

Sebelumnya, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap para terlapor, yakni RM, FP, RE, EO, dan CL pada Senin (6/9/2021) pekan lalu.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, mengatakan untuk mengusut dugaan pelecehan ini pihaknya telah mengajukan Visum et Repertum Psikiatrikum untuk MS ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas