Tribun

Ali Kalora Tewas Tertembak

Kelompok MIT Bakal Melemah Pasca Tewasnya Ali Kalora, Sisa Anggotanya Diburu Hingga Tuntas

kekuatan MIT berkurang drastis dengan kematian Ali Kalora dan Ikrima. Kehilangan pemimpin di tengah pemberontakan akan menyerang mental tersebut.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Kelompok MIT Bakal Melemah Pasca Tewasnya Ali Kalora, Sisa Anggotanya Diburu Hingga Tuntas
Via Surya
Ali Kalora, Pimpinan Kelompok Separatis MIT. ( Kolase Kompas TV dan Wikipedia). 

Di sisi lain, Sahroni mengharapkan bahwa lumpuhnya pimpinan MIT juga diharapkan akan berdampak pada melemahnya organisasi tersebut untuk kembali menjalankan aksi terornya.

"Dengan ditembak matinya pimpinan kelompok teroris tersebut, tentu hal ini akan berdampak langsung pada melemahnya kelompok itu untuk menjalankan aksi-aksi kejamnya, karena mereka sudah kehilangan pimpinan besarnya," ucap Sahroni.

Sahroni sebagai mitra kerja kepolisian meminta kepada aparat untuk segera menangkap empat DPO lainnya yang merupakan anggota kelompok Ali Kalora.

Baca juga: Satgas Madago Raya Ringkus Ali Kalora, PP PMKRI: Angin Segar Penanganan Terorisme

Dengan segera meringkus keempatnya, Sahroni mengatakan tak akan waktu bagi mereka membangun kembali organisasinya dan mempunyai pimpinan baru.

"Saat ini Satgas Madago masih mengejar 4 DPO lainnya yang sempat kabur. Nah ini kita harus gerak cepat menangkap mereka. Jangan berikan celah atau waktu kepada organisasi teroris ini untuk membangun kembali organisasinya dan menghadirkan pemimpin baru. Harus kita basmi hingga ke akar-akarnya," kata Sahroni.

Hal tersebut diamini oleh Brigjen Pol Ahmad Nur Wahid selaku Direktur Pencegahan BNPT.

Ahmad menyebut kematian Ali Kalora secara otomatis membuat kelompok MIT Bakal menunjuk seseorang mengisi posisi tersebut.

Dengan menunjuk pimpinan baru, kelompok itu diyakini bakal bisa segera bergerak dan membalas aksi baku tembak kemarin. Sebab kebencian dan dendam selalu tertanam dan menjadi karakter dari para teroris.

"Otomatis. Itu kan memang ada semacam standar operasional prosedur (SOP) di kelompok-kelompok jaringan teroris maupun radikal. Kalau pimpinannya tewas ataupun mati, maka langsung yang paling senior atau paling dianggap memiliki kemampuan, dianggap paling berani, paling handal, otomatis akan diangkat jadi pemimpinnya. Tetapi kami Densus 88, BNPT dan Satgas Madago Raya selalu siap segala kemungkinan untuk mengantisipasinya," kata Ahmad.

Berdasarkan kebiasaan selama ini, dia menuturkan kemungkinan besar pimpinan kombatan MIT setelah tewasnya Ali Kalora bakal dijabat dari salah satu dari empat orang yang tersisa.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas