Tribun

Virus Corona

Satgas: Pemerintah Berhasil Gelar PON di Tengah Covid-19 

Indonesia juga secara nasional mampu mempertahankan performa pengendalian Covid-19.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Satgas: Pemerintah Berhasil Gelar PON di Tengah Covid-19 
Dok. Humas Kemenkominfo
Panpel PON Papua 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua telah membuktikan Indonesia mampu menggelar kegiatan besar di tengah pandemi Covid-19 . 

Keberhasilan penyelenggaraan PON XX juga dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk penyelenggaraan kegiatan besar lainnya seperti Superbike Mandalika dan lainnya. Meski demikian, kegiatan besar dengan ragam acara disertai keterlibatan peserta dari berbagai daerah menjadikannya beresiko kemunculan lonjakan kasus.

"Di balik berbagai resiko tersebut Indonesia cukup mampu dikatakan berhasil mencegah lonjakan kasus," kata Wiku dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (12/10/2021).

Ia memaparkan data per 11 Oktober, membuktikan hanya ditemukan 83 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari hampir 10 ribu peserta yang mengikuti acara PON XX atau persentasenya sekitar 0,83 persen.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Semakin Terkendali, 18 Provinsi di Indonesia Catat Nol Kematian

Sebagai tambahan keluhan penyakit lain yang tercatat selama penyelenggaraan Pon ialah 4 kasus malaria dan 2 kasus diare.

Indonesia juga secara nasional mampu mempertahankan performa pengendalian Covid-19. Indonesia menjadi negara dengan nilai recovery indeks tertinggi se-Asia Tenggara, bahkan dalam suasana pembukaan sektor sosial ekonomi secara bertahap.

 "Penilaian ini ditinjau dari aspek manajemen pengendalian kasus, vaksinasi dan mobilitas suatu negara," lanjutnya.

Wiku mengatakan beberapa upaya pemerintah dalam pengendalian Covid-19 selama PON XX 2021 di Papua dilakukan pada saat pra acara, saat acara dan paska acara.

Sejauh ini kata Wiku, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa munculnya kasus positif yang ada akibat adanya interaksi antarpeserta dalam kamar dan saat makan bersama, dan atlet juga sebagian menjadi penonton dan kadang-kadang pada saat selebrasi tidak taat protokol kesehatan. Lalu, pemantauan peserta yang telah menyelesaikan kegiatannya di tengah acara saat kepulangan. 

Sebagaimana yang diatur dalam adendum kedua dari Surat Edaran Satgas nomor 17 tahun 2021 bahwa Kontingen PON XX wajib melakukan tes ulang setelah ketibaan di daerah asal dan karantina selama 5 hari. Dengan biaya ditanggung Satgas atau pemerintah daerah. Dengan tambahan jika hasil pertama negatif maka dihari keempat karantina wajib melakukan tes PCR ulang. 

"Jika ditemukan hasil positif di salah satu hasil tes maka wajib Kontingen menjalani isolasi perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat," pungkas Wiku.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas