Tribun

Bursa Capres

Elektabilitas Anies dan Ganjar Unggul, Pengamat Ungkap Ada Kemungkinan Keduanya Bersatu

Hasil survei Poltracking mengungkap elektabilitas Prabowo, Ganjar, dan Anies unggul. Hanta Yuda sebut kemungkinan di antaranya ketiganya bersatu.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Daryono
Elektabilitas Anies dan Ganjar Unggul, Pengamat Ungkap Ada Kemungkinan Keduanya Bersatu
Kolase Tribunnews/Irwan Rismawan dan Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

"Di antara tiga yang kuat itu mungkin bersatu. Jadi tidak menutup kemungkinan ternyata Anies dan Ganjar bersatu."

"Entah Ganjar capres atau Anies capres, atau sebaliknya. Bisa juga Pak Prabowo bergabung ke salah satu di antara keduanya, ini menarik juga," ungkap Hanta.

Di sisi lain, Hanta membeberkan, capres dan cawapres pada Pemilu 2024 perlu memperhatikan segmentasi dari pemilihnya.

Baca juga: Selain Puan dan Ganjar Pranowo, Ini Bocoran Nama-nama Kandidat Capres dari PDI Perjuangan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOM, Dokumentasi @DKIJakarta/INSTAGRAM, Pemprov Jateng)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOM, Dokumentasi @DKIJakarta/INSTAGRAM, Pemprov Jateng) (Kompas TV)

Menurut survei Poltracking, Hanta mengatakan ada sekira tiga preferensi pemilih.

Di antaranya seperti pemilih sosiologis yang memilih berdasarkan kesamaan isu sosial seperti agama, etnis, atau daerah.

Ada juga pemilih psikologis yang memilih berdasarkan karakter personal misalnya karena merakyat, tegas, atau cerdas.

Terakhir, pemilih rasional yang memilih berdasarkan kinerjanya, pengalamannya dan prestasinya.

"Di survei, kami membedah mungkin hampir merata kecenderungan preferensinya. Karena itu para calon presiden harus jeli, tidak bisa treatment kepada pemilih sama segmentasinya, bahasa politiknya, dan strategi komunikasinya," jelas Hanta.

"Saya kira penting untuk saling melengkapi basis sosiologis, psikologis maupun rasionalnya."

"Jadi sangat dinamis, jangan terburu-buru dalam menentukan peta politik," ujarnya.

Baca juga: Pengamat Jelaskan Kenapa Prabowo Subianto Jadi Capres Pilihan Milenial dan Gen Z

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas