Tribun

Asa Para Guru Honorer, Pahlawan yang Ditempa di Negeri Sendiri

Para guru honorer yang terus berjibaku dengan nasib mereka, mencari secercah harapan agar pengabdian mereka dihargai, ini kisah mereka.

Penulis: garudea prabawati
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Asa Para Guru Honorer, Pahlawan yang Ditempa di Negeri Sendiri
ISTIMEWA
Siti Fatimah, seorang guru honorer kelas 1 SDN 3 Rejo Binangun saat mengajar murid-muridnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Garudea Prabawati

TRIBUNNEWS.COM – “Terpujilah wahai ibu bapak guru, Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku, Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku, Sebagai prasasti terima kasihku, Tuk pengabdianmu, Engkau bagai pelita dalam kegelapan, Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa Pembangun insan cendekia.

Patriot pahlawan bangsa sebutannya, tertera dalam lirik lagu Himne Guru yang tiada asing terdengar.

Namun akhir-akhir ini banyak cerita sumbang lantang terdengar dari seluruh penjuru negeri, bersamaan dengan digelarnya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2021.

Ya, mereka para guru honorer, sang pahlawan yang ditempa di negeri sendiri.

Para guru honorer yang terus berjibaku dengan nasib mereka, mencari secercah harapan agar pengabdian mereka dihargai.

Mereka bertahan bertahun-tahun, belasan bahkan puluhan tahun bekerja mulia dengan upah kecil, mendidik anak-anak bangsa.

Inilah cerita ‘ajaib’ mereka:

Cerita asa dari Wajo, Sulawesi Selatan

Novel Tri Nuryana Harahap (42) g
Novel Tri Nuryana Harahap (42) guru honorer di Wajo, Sulawesi Selatan, bersama anak-anak didiknya di SMAN 9 Wajo.

“Melewati tantangan dan rintangan menuju ke sekolah tempat saya mengajar, karena lokasinya terpencil, kadangkala berpapasan dengan kawanan gajah liar hingga binatang buas lainnya.”

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas