Kepsek dan Guru Apresiasi Praktik Sekolah Penggerak, Bikin Sekolah Makin Punya Nilai Tambah
Sejumlah kepala seolah dan guru mengapresiasi kebijakan Sekolah Penggerak yang diluncurkan Kemendikbudristek.
Penulis: Dodi Esvandi
Dengan adanya perubahan-perubahan dalam pembelajaran, Kepala Sekolah Penggerak berharap agar Kemendikbudristek terus melanjutkan Kurikulum Merdeka.
“Kami sangat mendukung, semoga bisa terus dilanjutkan oleh Pemerintah dan akan ada inovasi-inovasi lainnya yang lebih mendukung kemajuan pendidikan kita,” harap Heppi.
Baca juga: Program Guru Penggerak Dorong Murid Lebih Berani Berpendapat Hingga Bebas Berekspresi
Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Kepala sekolah dan guru dari Sekolah Penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain. Program Sekolah Penggerak berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan.
Terdapat lima jenis intervensi yang terintegrasi dalam Program Skeolah Penggerak, misalnya berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah.
Sementara itu Mendikbudristek Nadiem Makarim mengapresiasi para Kepala Sekolah Penggerak karena telah menerapkan sejumlah program Merdeka Belajar yang butuh usaha ekstra.
Baca juga: Jadi Satu-satunya Swasta, SMA IT Ukhuwah Dukung Penuh Program Sekolah Penggerak di Banjarmasin
Menurut Nadiem, menjadi Sekolah Penggerak bukan suatu hal yang mudah karena membutuhkan keberanian dalam menghadapi kerumitan dan tantangan.
Untuk itu Nadiem menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Sekolah Pengerak yang telah mampu menggerakkan warga sekolah untuk bersama-sama mengimplementasikan paradigma baru di sekolahnya.
“Saya ucapkan apresiasi, terima kasih kepada bapak ibu kepala sekolah yang telah menjadi garda terdepan perubahan. Terima kasih bapak ibu sudah berani meluncurkan paradigma baru dalam pembelajaran,” kata Nadiem.
Dalam diskusi itu Nadiem menegaskan bahwa paradigma Sekolah Penggerak sebagai sekolah favorit adalah kesalahan persepsi.
“Kami memilih Sekolah Penggerak bukan berdasarkan bagusnya sekolah tersebut, tetapi dari kemauan kepala sekolah dan guru-gurunya untuk melakukan perubahan,” ujar Nadiem.