Tribun

YKAN Pilih Agenda Lari sebagai Sarana Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Soal Alam karena Sederhana

lari dalam rangka Misi Lestari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang berlangsung di Waduk Tukad Badung, Denpasar, Bali

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Wahyu Aji
zoom-in YKAN Pilih Agenda Lari sebagai Sarana Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Soal Alam karena Sederhana
Dokumentasi YKAN
Peserta lari Misi Lestari 2022:#MissionOfTheOcean yang mengikuti kategori 21 kilometer saat melewati hutan mangrove, Minggu (27/22/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNWES.COM, BALI - Kegiatan lari dalam rangka Misi Lestari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang berlangsung di Waduk Tukad Badung, Denpasar, Bali, Minggu (27/11/2022), telah berakhir.

YKAN punya alasan tersendiri kenapa kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna mewujudkan laut yang sehat ini memilih lari sebagai pilihan.

Direktur Pengembangan dan Pemasaran YKAN Ratih Loekito mengatakan ihwal kegiatan lari yang gampang dilakukan oleh banyak pihak.

Selain itu, dalam kegiatan ini YKAN juga mampu menyisipkan pesan lingkungan dengan cara membuat rute lari di mana pelari akan memasuki kawasan hutan mangrove.

"Siapapun bisa lari. Gampang. Selain itu karena dari lari kita bisa sisipkan pesan lingkungan. Kita melewati mangrove. Jadi itu untuk mereka satu hal yang baru dan mereka bisa dapat sense-nya," kata Ratih kepada awak media usai acara, Minggu (27/22/2022).

Di satu sisi YKAN sadar masyarakat tentu tidak akan langsung sadar atas lingkungan hanya karena satu kegiatan saja. Sehingga selepas acara hari ini masih ada beberapa lagi tahapan kegiatan YKAN dengan misi yang masih sama.

"Itu sih yang kami harapkan dan kami tidak mungkin sekali orang bisa paham, makanya bertahap. Walau ini selesai, kita masih ada rangkaian acara sampai Desember semacam dialog konservasi," ujarnya.

Communication Specialist YKAN Maria Aditya Sari menambahkan hal senada dalam kesempatan berbeda.

Ia menegaskan, YKAN melihat lomba lari sendiri sebagai olahraga yang sederhana, bisa dilakukan oleh banyak orang dan tidak perlu modal besar.

Selain itu, tren lari juga dirasa masih tinggi dan banyak peminatnya.

"Karena kita mengganggap lari adalah olahraga yang paling sederhana untuk dilakukan. Semua orang bisa lari," kata Adit saat ditemui di kawasan pesisir pantai Desa Les, Buleleng, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Jaga Kelestarian Laut, YKAN Ajak Masyarakat Lomba Lari di Bali

"Tak perlu modal besar dan kita lihat tahun lalu trennya, ketika pandemi, semua orang jadi lari kan. Bisa dengan kegiatan lain cuma kita melihat animo untuk orang ikut lari masih tinggi," tambahnya.

Dilanjutkan oleh Adit, dalam kegiatan lomba lari yang terbagi atas tiga jarak tempuh ini YKAN hendak menjangkau lebih banyak lagi ranah publik untuk sadar pentingnya konservasi alam.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas