Tribun

Anggota DPR Apresiasi Kebijakan Pemerataan Infrastruktur di Seluruh Wilayah Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil catatkan sejarah baru lewat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Anggota DPR Apresiasi Kebijakan Pemerataan Infrastruktur di Seluruh Wilayah Indonesia
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Hendrik Lewerissa. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil catatkan sejarah baru lewat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerataan pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi ini pada akhirnya berhasil meningkatkan nilai investasi di kawasan Indonesia Timur.

Menariknya, nilai investasi di kawasan Indonesia Timur mengalahkan nilai investasi di pulau Jawa dan ini pertama kalinya dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Berdasarkan data yang disampaikan Presiden Jokowi, nilai investasi di luar pulau Jawa naik 53 persen, di mana nilai investasi sebelum pemerataan infrastruktur itu 70 banding 30.

Anggota DPR RI Dapil Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi Presiden Jokowi atas capaian ini, dan capaian ini menurutnya tak lepas dari pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai Wakil Maluku di Parlemen, saya menyambut dengan sukacita dan memberi apresiasi kepada Pemerintahan Presiden Jokowi, yang mana dimasa pemerintahan beliau prosentasi investasi di luar Jawa lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa,” kata Lewerissa dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Dikatakan legislator Partai Gerindra itu, sejak lama investasi di tanah air memang lebih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal tersebut dapat dipahami karena kondisi infrastruktur transportasi, baik darat, laut dan udara serta ketersediaan tenaga listrik, ketersediaan tenaga kerja yang berlimpah, serta rantai pasok yang lebih dekat ke pasar yang significant memang ada di Pulau Jawa.

“Kondisi ini menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tentu saja kesejahteraan masyarakat menjadi tidak merata. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kesenjangan kemajuan di Pulau Jawa dan di luar Jawa, khususnya di kawasan Timur Indonesia berbeda sangat diametral,” ucapnya.

Baca juga: Presiden Bilang, Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara Tertinggi di Dunia, Ini Penyebabnya

Menurut Lewerissa, pemerintah pusat yang arif harusnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan secara merata di seluruh tanah air, bukan hanya difokuskan ke salah satu daerah, sebagaimana dilakukan oleh Pemerintah-pemerintah sebelumnya.

“Bukankah keadilan sosial dan keadilan ekonomi harus diupayakan bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kawasan tertentu saja,” ucapnya.

Oleh karena itu, upaya pemerintah untuk membangaun infrastruktur yang memadai di kawasan Timur Indonesia adalah upaya pra kondisi yang kondusif untuk masuknya investasi ke wilayah tersebut.

“Kita tidak bisa menafikan fakta objektif bahwa sumber daya alam yang berlimpah justeru terdapat di luar Pulau Jawa, baik di sektor pertambangan, perikanan, pertanian dan di sektor energi, khususnya energi baru dan terbarukan,” ujarnya.

“Untuk itu kawasan Timur Indonesia menjadi wilayah incaran para investor, baik investor domestik maupun asing.   Singkatnya, bahwa pertumbuhan investasi di luar Jawa yang telah melebihi investasi di Pulau Jawa adalah indikator faktual bahwa kondisi infrastruktur pendukung investasi  semakin membaik,” imbuhnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas