Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Minta Jokowi Netral di Pilpres, Refly Harun Jelaskan Tiga Poin Ini

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meminta Presiden Jokowi untuk bersikap netral bukan independen di Pemilu 2024.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Minta Jokowi Netral di Pilpres, Refly Harun Jelaskan Tiga Poin Ini
Tribunnews/Ibriza Fasti Ifhami
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap netral di pemilihan umum (Pemilu) 2024. Hal tersebut disampaikannya dalam Focus Grup Discussion Reformasi dan Konstitusi bertajuk Tinjauan Ketatanegaraan terhadap Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu, di Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023). 

Laporan wartawan Tribunnews, Ibriza Fasti Ifhami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap netral di pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Hal tersebut disampaikan Refly Harun dalam Focus Grup Discussion Reformasi dan Konstitusi bertajuk Tinjauan Ketatanegaraan terhadap Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu, di Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

"Presiden Jokowi harus netral. Bukan independen. Netral," kata Refly, dalam pemaparannya.

"Tidak berpihak itu dengan harapan ada turunannya lagi," sambungnya.

Sebab, Refly mengatakan, dalam Pemilu, khususnya pemilihan presiden (Pilpres) tidak terlepas dari tiga hal.

"Satu, menggerakan state apparatus (penggunaan aparatus negara untuk menindas rakyat), baik sipil ataupun militer," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Refly mengatakan, kedua adalah state financial recources atau penggunaan uang negara.

"Yang namanya sumber uang negara itu udah pasti dipakai," ujarnya.

Baca juga: Refly Harun: Menyelenggarakan Pemilu Sekali Dalam Lima Tahun adalah Kewajiban Konstitusional

Lanjutnya, ketiga adalah state facilities atau penggunaan fasilitas publik.

"Dulu BUMN itu hadir untuk negeri. Begitu Jokowi nomor satu. Satukan negeri. Tagline-nya berubah," sebutnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas