Jokowi Masuk Daftar Tokoh Korup Versi OCCRP, BCW Desak KPK Lakukan Penyelidikan
Putu Wirata menegaskan nominasi versi OCCRP itu adalah penilaian korupsi berdasarkan persepsi masyarakat dan berbeda dengan pembuktian hukum.
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Muhammad Zulfikar
Apalagi. kata dia, reputasi dari OCCRP itu merupakan lembaga jurnalis investigasi tingkat dunia yang bekerja secara professional, termasuk membongkar kasus-kasus korupsi melalui investigasi.
‘’Bila melihat reputasi OCCRP di bidang jurnalisme investigasi, rilis lembaga tersebut yang memasukkan nama Joko Widodo sebagai Person of the Year 2024 versi OCCRP itu mempermalukan kita,’’ imbuh Putu Wirata.
OCCRP merupakan salah satu organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.
Baca juga: Setelah Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup Versi OCCRP
Didirikan pada 2007 oleh wartawan investigasi Drew Sullivan dan Paul Radu.
Dilansir dari laman resminya https://www.occrp.org/en/about-us. visi lembaga ini adalah menjadikan dunia lebih terinformasi di mana kehidupan, mata pencaharian, dan demokrasi tidak terancam oleh kejahatan dan korupsi.
Adapun misi OCCRP menyebarkan dan memperkuat jurnalisme investigasi di seluruh dunia "dan mengungkap kejahatan serta korupsi sehingga masyarakat dapat meminta pertanggungjawaban kepada pihak berwenang."
OCCRP dibentuk oleh 24 pusat investigasi nirlaba, tersebar di seluruh Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Organisasi ini pernah terlibat dalam peliputan spyware Pegasus serta kebocoran data Panama Papers (2017), dimana ditengarai sejumlah nama pejabat dan pengusaha Indonesia masuk dalam daftar ‘’surga bebas pajak’’ tersebut.
Respons Jokowi
Menanggapi namanya masuk dalam finalis tokoh terkorup versi OCCRP, Jokowi mempertanyakan dan meminta dibuktikan bahwa dirinya telah melakukan korupsi.
"Yang dikorupsi apa. Ya dibuktikan, apa," kata Jokowi, sambil tertawa saat di Rumahnya Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada 31 Desember 2024.
Namun, dia mengungkapkan bahwa memang banyak sekali framing yang merugikan dirinya tanpa bukti yang jelas.
"Ya apa, apalagi? Sekarang kan banyak sekali fitnah, banyak sekali framing jahat. Banyak sekali tuduhan-tuduhan tanpa ada bukti. itu yang terjadi sekarang kan," ujar Jokowi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.