Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Petani Garam Madura Tagih Janji Dahlan Iskan

Petani garam di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menagih janji Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan

Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Petani Garam Madura Tagih Janji Dahlan Iskan
Petani garam 

TRIBUNNEWS.COM  PAMEKASAN, - Petani garam di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menagih janji Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tentang program mibranisasi lahan garam yang akan dikucurkan kepada petani garam miskin. Janji itu disampaikan Dahlan Iskan di hadapan petani garam se-Pamekasan saat Dahlan berkunjung dan berdialog dengan petani garam awal Agustus lalu.

Rasidi, petani garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu mengatakan, program mimbranisasi lahan garam sangat ditunggu-tunggu petani garam di seluruh Madura, khususnya Pamekasan. Sebab program tersebut terbukti meningkatkan kualitas dan produktivitas garam. Program itu juga terbukti bisa bersaing dengan produksi garam milik PT Garam sendiri yang sudah lebih dulu menerapkan mimbranisasi.

"Kami menagih janji pak Dahlan dulu ketika ke Pamekasan di hadapan ratusan petani garam. Kami khawatir janji itu tidak terwujud seiring dengan kesibukannya mencalonkan diri sebagai presiden," kata Rasisi ketika ditemui Kompas.com di lahan garamnya, Senin (7/10/2013).

Rasidi masih ingat janji Dahlan Iskan bahwa ada 1.050 petani garam paling miskin se-Indonesia yang bakal menerima program bantuan mimbranisasi. Data itu, katanya, sudah ada di PT Garam sendiri dan tinggal menunggu pencairan dananya. Jika ada 1.050 petani garam paling miskin se-Indonesia, maka di Pamekasan dan di Desa Bunder sendiri banyak yang layak untuk menerimanya.

"Di Desa Bunder ini rata-rata petani garam dari golongan orang miskin. Ada yang memang punya lahan sendiri, ada yang sewa kepada orang lain. Jadi mustahil jika tidak ada satupun dari kami yang tidak kebagian bantuan program mimbranisasi," terang Rasidi.

Berdasarkan pengalaman beberapa petani garam yang menggunakan pola mimbran, produksinya mencapai lima kali lipat dari sistem produksi biasa dengan cara memadatkan lahan garam. Bahkan kualitasnya masuk K 1 dengan harga Rp 750 per kilogramnya. Sedangkan produksi dengan cara konvensional, kualitasnya antara nomor 3 sampai nomor 2 dengan kisaran harga Rp 350 sampai Rp. 550 per kilogram.

Dahlan Iskan sendiri di hadapan petani pernah mengatakan tidak ada anggaran khusus program mimbranisasi lahan garam rakyat. Namun pihaknya berjanji akan mencari bantuan dana ke perusahaan lain yang ada di bawah BUMN. Perusahaan itu di antaranya PT Timah, Perkebunan Karet, Tambang Batubara, Perbankan dan Perkapalan.

BERITA TERKAIT

Berdasarkan hitungan kasar PT Garam, dana yang dibutuhkan untuk mimbranisasi bagi 1.050 petani garam di Indonesia, berkisar Rp 30 miliar. Dana itu akan diberikan dalam bentuk swakelola kepada petani garam dengan pengawasan langsung dari PT Garam.

Tags:
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas