Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Api Membakar Gudang Tiner Ketika Tersambar Hawa Panas Mesin Pemanas

Api mulai membesar ketika hawa panas mesin pengering yang digunakan Kartini untuk menyegel tiner kemasan kaleng lebih kecil tersambar percikan api.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Api Membakar Gudang Tiner Ketika Tersambar Hawa Panas Mesin Pemanas
Surya/Samsul Hadi
Petugas pemadam melakukan pendinginan di lokasi kebakaran di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Selasa (7/6/2016) pagi. 

Laporan Wartawan Surya, Samsul Hadi

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Lantaran panik Ignasius Bani (21) bergegas lari begitu melihat percikan api menyambar tetesan tiner di gudang PT Elok Jaya Utama, Selasa (7/6/2016).

Dalam hitugan detik, pemuda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Timur melihat api semakin membesar dan menghanguskan isi gudang tiner di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, tempatnya bekerja.

"Saya tidak sempat menyelamatkan barang milik saya. Ruangan langsung penuh api. Saya lari keluar dan mbaknya (Kartini) lari ke belakang," Ignasius bercerita detik-detik api melahan isi gudang.

Ketika kebakaran terjadi ada dua orang di dalam gudang tiner yakni Ignasius dan Kartini. Keduanya adalah pekerja di gudang tiner tersebut.

Kartini tewas dalam posisi jongkok di dalam kamar mandi di belakang gudang saat api mulai membesar. Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, Ignasius dan Kartini baru saja memulai aktivitas.

Mereka memindahkan tiner dari drum ke kaleng. Drum berisi 200 liter tiner itu dikemas ulang ke kaleng ukuran satu liter dan 0,5 liter untuk dijual eceran.

Rekomendasi Untuk Anda

Kaleng yang sudah berisi tiner kemudian disegel. Keduanya menggunakan hair dryer untuk merekatkan segel di kaleng.

Nahas, ketika Kartini merekatkan segel menggunakan hair dryer di kaleng berisi tiner tiba-tiba muncul percikan api dan secara cepat menjalar memenuhi ruangan.

"Api cepat membesar karena di dalam ruangan penuh uap tiner. Selain itu juga ada ceceran tiner di lantai," sambung Ignasius.

Lantaran panik kedua pekerja itu lari meninggalkan lokasi. Ignasius lari keluar gudang, sedangkan Kartini malah lari ke belakang.

Padahal di belakang buntu tidak ada pintu keluar. Kartini terjebak di belakang karena api terus membesar. Ia pun akhirnya tewas di dalam kamar mandi.

"Begitu saya keluar gudang terjadi ledakan. Api semakin besar. Si mbak tidak berani menerobos api. Saya memanggil-manggil dia tapi tetap tidak berani keluar," beber dia.

Semua baju dan uang tabungan yang disimpan di kaleng milik Ignasius yang tak sempat ia selamatkan ikut hangus terbakar. Harta yang tersisa hanya celana pendek dan kaus singlet yang menempel di badan.

"Saya benar-benar panik, pikiran saya hanya menyelamatkan diri," ia mengulang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas