Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Fatimah dan Ibunya, Hidup di Pinggir Rawa, 9 Tahun Hanya Makan Mie Instan

Dalam kondisi hamil, Bu Nur meninggalkan rumahnya dan memutuskan untuk membuat gubuk di tanah dekat rawa bekas galian tambang pasir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kisah Fatimah dan Ibunya, Hidup di Pinggir Rawa, 9 Tahun Hanya Makan Mie Instan
Istimewa
Siti Fatimah 

Fatimah mengajarkan pada kita bahwa bahagia tak harus selalu mewah.

Dalam kesederhaaan hidup, bahagia yang sebenernya itu ada.

Saya bersama Dompet Sosial Madani (DSM) bulan lalu menyalurkan bantuan hidup sekadarnya dan komitmen untuk beasiswa hingga ia sarjana.

Semua itu tak akan terwujud tanpa adanya kebersamaan orang baik seperti kita.

Rencana kedepan DSM untuk Fatimah dan ibunya, selain program beasiswa, dan biaya hidup, adalah relokasi tempat tinggal dan pemberdayaan ekonomi.

Bagaimana nantinya keluarga ini bisa direlokasi, pindah ke tempat yang lebih layak.

Selanjutnya, pelatihan pemberdayaan ekonomi agar Bu Nur memiliki penghasilan dari usaha, sehingga menjadi keluarga mandiri dan sejahtera.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak ada waktu terbaik dalam membantu sesama. Waktu terbaik adalah sekarang kita bertindak untuk kebaikan.

Terlebih bulan ini adalah Bulan Ramadan, bulan mulia bagi umat Islam. Apapun kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan. Saatnya Bersama Peduli Sesama.

Penulis: Yayasan Dompet Sosial Madani Bali, Call Center DSM Bali: 081237671819

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas