Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demo Mahasiswa dan Ormas Terkait Tragedi Berdarah di Marosi Diwarnai Pembakaran Ban

Aksi ini diakukan di depan Marga Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang sekitar pukul 14.00 Wita

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Demo Mahasiswa dan Ormas Terkait Tragedi Berdarah di Marosi Diwarnai Pembakaran Ban
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Para pendemo membakar ban di depan Mapolda NTT, Jumat (27/4/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

TRIBUNNWS.COM,  KUPANG - Sejumlah mahasiswa dan organisasi masyarakat (Ormas) melakukan aksi solidaritas terkait tragedi berdarah di Pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (27/4/2018) siang

Aksi ini diakukan di depan Marga Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang sekitar pukul 14.00 Wita.

Aksi ini merupakan wujud solidaritas tragedi yang menimpa warga Desa Patiala Bawah dimana terjadi insiden penembakan yang menewaskan satu warga bernama Poroduka, satu warga tertembak di bagian kaki dan lebih dari 10 warga mengalami tindakan kekerasan.

Aksi massa terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, Serikat Buruh Migran untuk NTT dan Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI).

Baca: Terungkap, Tumpahan Minyak di Balikpapan Gara-gara Salah Menterjemahkan Informasi

Menggunakan alat pengeras suara, beberapa mahasiswa dan massa saling berganti melakukan orasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam orasinya, mereka menuntut Kapolda NTT mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta oknum kepolisian yang terlibat ditindak tegas.

Terlihat spanduk berwarna putih dengan tulisan stop kekerasan POLRI dan TNI (kasus penembakan di Sumba).

Aksi ini dilakukan di tepi Jalan Soeharto Kota Kupang. Para pendemo melakukan aksi bakar ban di depan pintu keluar Mapolda NTT.

Terlihat kepulan asap hitam hasil bakar ban mengurangi penglihatan para pengguna jalan.

Terlihat penjagaan aparat Polres Kupang Kota yang mengenakan seragam lengkap.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas