Tribun

Pelecehan Seksual

Bacakan Pleidoi Mantan Perawat National Hospital Menangis Minta Dibebaskan

Zunaidi sangat bersikukuh bahwa dia tak pernah melakukan pelecehan dan meminta dibebaskan dalam dakwaan.

Editor: Dewi Agustina
Bacakan Pleidoi Mantan Perawat National Hospital Menangis Minta Dibebaskan
Surya/Sudharma Ali
Terdakwa kasus pelecehan terhadap pasien National Hospital, Zunaidi Abdillah saat sidang di PN Surabaya, Senin (4/6/2018). SURYA/SUDHARMA ALI 

Maka dari itu, dalam repliknya JPU tetap pada tuntutan. Disamping itu, Damang menilai dalam perkara ini tidak ada unsur paksaan.

"Sudah dua kali didampingi penasehat hukum yang berbeda, tapi kali ini ia bilang ada paksaan," lanjut Damang.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Elok Kadja menyimpulkan bahwa isi dari pledoi ini menyatakan terdakwa tak bersalah.

"Kami mintakan kepada majelis hakim, terdakwa ini diputus Vrijspaak atau bebas dari segala putusan Onslag," tegasnya.

Adanya pleidoi tak bersalah ini, karena tak ada saksi yang melihat langsung saat peristiwa itu, di mana rentang waktu saat peristiwa dan pelaporan terpaut cukup jauh yakni 12 jam.

Baca: Kepala BNPT: Penangkapan Terduga Teroris di Dalam Kampus Masih Ranah Densus

"Itu yang menjadi dasar kami," kata dia.

Selain itu, dari keterangan ahli kejiwaan yang didatangkan oleh JPU menerangkan jika seseorang yang sudah dioperasi dan diberi obat provol, dan dioperasi di bagian vitalnya, kemungkinan mengalami halusinasi.

"Hal ini juga dikuatkan oleh ahli anastesi yang kami datangkan pada sidang yang lalu," tambahnya.

Dari keterangan ahli anastesi ini, bahwa ada penelitian dari 300 orang yang dioperasi menggunakan provol.

Dari situ, ditemukan 52 orang mengalami halusinasi seksual.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas